Asam Lambung Naik di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kesehatan52 Views

Pernah terbangun tengah malam karena dada terasa panas seperti terbakar sampai ke tenggorokan? Keluhan ini cukup sering dialami warga Boyolali, terutama yang berusia 30 tahun ke atas. Kondisi tersebut bisa jadi tanda asam lambung naik, yang dalam istilah medis dikenal sebagai GERD (gastroesophageal reflux disease).

Naiknya asam lambung di malam hari biasanya terasa lebih mengganggu dibanding siang hari. Saat berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung, sehingga asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan. Akibatnya tidur jadi tidak nyenyak, dan esok harinya badan terasa lemas saat beraktivitas.

Ada sejumlah kebiasaan yang bisa memicu kondisi ini. Merokok melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan (LES) sekaligus menaikkan produksi asam lambung, begitu juga konsumsi alkohol. Obat-obatan tertentu seperti obat pelemas otot, obat penurun tekanan darah golongan antagonis kalsium, pil KB, antidepresan trisiklik, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) turut bisa memicunya. Selain itu, riwayat hernia hiatus serta kebiasaan makan dalam porsi besar atau makan terlalu dekat dengan jam tidur juga berperan besar.

Baca juga:

Makanan dan Minuman Pemicu yang Perlu Diwaspadai

Soal makanan, ada sederet pemicu yang perlu diwaspadai. Makanan pedas, gorengan, dan makanan berlemak tinggi seperti fast food atau daging berlemak termasuk yang paling sering memicu. Buah sitrus seperti jeruk dan lemon, tomat, cokelat, kopi dan teh pekat berkafein, minuman bersoda, bawang putih dan bawang bombay mentah, serta peppermint juga bisa memperparah keluhan.

Buat warga Boyolali, gorengan hangat dan kopi tubruk memang jadi favorit — apalagi saat ronda atau nongkrong bareng tetangga sampai larut malam. Tapi bagi yang lambungnya sensitif, kebiasaan ngemil dan ngopi dekat jam tidur inilah yang sering jadi pemicu utama asam lambung naik di malam hari.

Cara Mengatasi Asam Lambung di Malam Hari

Untuk meredakan keluhan secara mandiri, langkah pertama adalah mengatur pola makan. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, sekitar 5–6 kali sehari, dan kunyah makanan secara perlahan. Beri jeda 2–3 jam setelah makan sebelum tidur — jadi hindari makan berat lalu langsung berbaring.

Posisi tidur juga berpengaruh. Tidurlah miring ke kiri, atau tinggikan tubuh bagian atas dengan mengganjal di bawah kasur — bukan sekadar menumpuk bantal. Hindari pakaian ketat di area perut, dan cobalah berjalan santai setelah makan. Secangkir teh jahe hangat tanpa gula dapat membantu menenangkan lambung. Selain itu, kelola stres dengan tidur cukup dan olahraga ringan, turunkan berat badan bila berlebih, berhenti merokok, dan batasi konsumsi alkohol.

Kapan Harus ke Dokter?

Untuk keluhan ringan, obat bebas golongan antasida dapat membantu menetralkan asam lambung. Namun bila gejala kambuh lebih dari dua kali seminggu, disertai sulit menelan, muntah darah, BAB berwarna hitam, berat badan turun tanpa sebab jelas, atau nyeri dada hebat, segera periksakan diri ke dokter.

Warga Boyolali bisa memeriksakan keluhan lambung ke Puskesmas terdekat, atau ke RSUD Pandan Arang Boyolali sebagai rumah sakit rujukan utama. Jangan tunda konsultasi — lambung yang tenang bikin tidur nyenyak dan aktivitas keesokan harinya tetap lancar.

Sumber: Alodokter.com, Halodoc.com. Tanggal peristiwa: Sabtu, 24 Oktober 2026.

INFO BELANJA

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *