Busi adalah komponen kecil yang punya peran vital di mesin sepeda motor. Tugasnya memercikkan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Kalau busi mulai aus atau rusak, performa motor bisa turun drastis dan risiko mogok di jalan makin besar.
Banyak pengendara di Boyolali memakai motor setiap hari, baik untuk bekerja maupun aktivitas keluarga. Sebagian menempuh rute jauh lewat Jalan Solo–Semarang wilayah Penggung atau jalan menanjak ke arah Selo dan Cepogo. Busi yang lemah di jalur seperti itu bisa bikin motor brebet bahkan mati mendadak, tentu berbahaya.
Secara umum, busi motor disarankan diperiksa dan diganti setiap 8.000 km, tergantung jenis motor dan rekomendasi pabrikan. Pada motor yang sering dipakai jarak jauh, penggantian bisa lebih cepat. Berikut tujuh tanda busi motor sudah waktunya diganti.
Baca juga:
- 7 Tanda Rantai Motor Kendur, Waspada Pengendara Boyolali
- 7 Tanda Kampas Rem Motor Habis, Penting untuk Pengendara Boyolali
- 7 Tanda Ban Motor Harus Segera Diganti, Jangan Tunggu Botak
Tujuh Tanda Busi Motor Bermasalah
- Motor susah distarter. Kalau motor sulit hidup, baik pakai electric starter maupun kick starter, itu tanda paling mudah dikenali. Busi yang aus tidak mampu memercikkan api yang cukup kuat untuk memicu pembakaran awal, terutama saat mesin masih dingin di pagi hari.
- Tarikan terasa berat dan brebet. Saat gas ditarik, laju motor terasa tersendat-sendat atau tidak seresponsif biasanya. Percikan api yang lemah membuat pembakaran tidak sempurna, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin berkurang.
- Mesin brebet atau mati mendadak. Percikan api yang tidak stabil membuat pembakaran tidak konsisten. Motor bisa tersendat saat berjalan atau bahkan mati tiba-tiba, kondisi yang berbahaya kalau terjadi di jalan raya yang ramai.
- Konsumsi bensin lebih boros. Busi yang sudah tidak maksimal membuat bensin tidak terbakar secara efisien. Mesin pun membutuhkan pasokan bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama. Kalau bensin terasa cepat habis padahal gaya berkendara normal, cek kondisi busi.
- Mesin gampang mati saat stasioner. Ketika berhenti di lampu merah tanpa menarik gas, mesin mendadak mati sendiri. Arus listrik pada busi tidak stabil untuk menjaga putaran mesin tetap konstan pada RPM rendah.
- Elektroda busi menghitam atau basah. Saat diperiksa, ujung busi yang sehat biasanya berwarna cokelat muda atau abu-abu. Kalau sudah hitam pekat, basah, atau penuh endapan karbon, itu tanda busi tidak bekerja optimal dan sebaiknya diganti.
- Suara mesin kasar atau ada letupan. Mesin terdengar kasar, pincang, atau bergetar lebih kuat saat idle. Percikan api yang tidak stabil membuat proses pembakaran terganggu, terdengar jelas saat motor digas.
Waspada Busi Palsu dan Tips Merawatnya
Busi palsu yang beredar di pasaran bisa memperparah kondisi mesin. Belilah busi di toko suku cadang terpercaya dan pilih tipe yang sesuai rekomendasi pabrikan motor Anda. Busi yang tidak sesuai spesifikasi bisa membuat pengapian tidak optimal.
Untuk warga Boyolali yang sering melintasi jalan menanjak ke Selo atau jalan padat Solo–Semarang, busi yang sehat sangat penting. Motor yang brebet di tanjakan curam bisa kehilangan tenaga di saat paling dibutuhkan. Pemeriksaan busi bisa dilakukan sekaligus saat servis rutin di bengkel langganan, murah dan tidak memakan waktu lama.
Jangan menunggu motor mogok baru bertindak. Mengenali tanda-tanda busi bermasalah sejak dini membuat perjalanan harian tetap aman dan nyaman. Kalau menemukan satu atau lebih gejala di atas, segera bawa motor ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sumber: otorider.com, otomotif.espos.id, webike.id
Artikel panduan, diterbitkan Sabtu, 24 Oktober 2026
INFO BELANJA — KLATENSHOP KOSMETIK
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






