BOYOLALI – Blender adalah salah satu peralatan dapur yang paling sering dipakai warga Boyolali. Dari membuat jus buah, menghaluskan sambal, sampai menggiling bumbu dapur, hampir semua urusan dapur bisa dibantu alat satu ini.
Sayangnya, tidak sedikit blender yang cepat rusak padahal baru dipakai beberapa bulan. Pisau tumpul, mesin berbau gosong, sampai tabung retak menjadi keluhan yang umum. Padahal, penyebabnya sering kali bukan kualitas produknya, melainkan kebiasaan pemakaian yang keliru.
Supaya blender di rumah lebih awet dan tidak cepat jajan ke tukang servis, kenali tujuh kebiasaan berikut ini dan mulai hindari dari sekarang.
Baca juga:
- AC Kurang Dingin? Cara Membersihkan AC Sendiri di Rumah
- 7 Cara Membersihkan Kipas Angin agar Anginnya Kencang Lagi
- Kulkas Bau? 7 Cara Menghilangkan Bau Kulkas untuk Warga Boyolali
1. Memblender bahan yang masih sangat panas
Bahan yang baru mendidih, seperti sup atau sayur yang baru diangkat dari panci, sebaiknya didinginkan dulu sebelum masuk blender. Uap panas yang terperangkap di dalam tabung tertutup bisa menaikkan tekanan, membuat tutup terangkat, dan lama-kelamaan meretakkan tabung plastik. Tunggu sampai hangat kuku sebelum diblender.
2. Mengisi tabung melebihi batas maksimal
Setiap tabung blender punya garis batas isi. Mengisi sampai penuh membuat bahan meluber ke dudukan mesin dan membebani motor. Akibatnya mesin cepat panas dan tenaganya menurun. Isi maksimal tiga perempat tabung, lalu tambahkan sedikit demi sedikit bila perlu.
3. Menyalakan mesin tanpa jeda terlalu lama
Motor blender rumahan tidak dirancang menyala terus-menerus dalam waktu lama. Menekan tombol tanpa jeda selama beberapa menit membuat motor overheat dan memicu bau gosong. Gunakan pola nyala 30 detik, jeda sebentar, lalu lanjutkan lagi sampai bahan halus merata.
4. Memblender es batu dan bahan keras tanpa cairan
Es batu, kacang beku, atau bahan keras lain yang diblender dalam keadaan kering akan menghantam pisau dan membebani motor secara berlebihan. Tambahkan sedikit air, susu, atau cairan lain sebagai pelumas, dan gunakan mode pulse agar pisau bekerja bertahap.
5. Malas membersihkan setelah dipakai
Sisa bumbu dan buah yang dibiarkan mengering di tabung dan sela pisau akan mengeras, menimbulkan bau, dan mempercepat karat pada pisau. Segera bilas dan cuci dengan sabun, lalu keringkan sebelum disimpan.
6. Memasang tabung tidak pas lalu dipaksa menyala
Tabung yang belum terkunci sempurna di dudukan mesin jangan dipaksa menyala. Selain bahan bisa tumpah, posisi yang miring membuat pisau berputar tidak seimbang dan menggerus dudukan karet. Pastikan tabung terpasang pas dan terkunci sebelum menekan tombol.
7. Melilit kabel terlalu kencang dan menyimpan dalam keadaan basah
Kabel yang dililit kencang di sekeliling bodi blender lama-kelamaan bisa putus di dalam dan menimbulkan korsleting kecil. Gulung kabel dengan longgar. Selain itu, jangan menyimpan blender saat tabung atau dudukan masih basah, karena kelembapan memicu jamur dan karat pada bagian logam.
Dengan menghindari tujuh kebiasaan di atas, blender di dapur warga Boyolali bisa bertahan bertahun-tahun dan tetap aman dipakai setiap hari.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






