Tim Identifikasi (Inafis) Polres Boyolali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di PT Solo Murni, pabrik yang dikenal memproduksi buku merek Kiky, di Dukuh Bangak Pason, Desa Batan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/10/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada panel kompresor di dekat mesin percetakan.
Olah TKP dilaksanakan mulai pukul 10.20 hingga 11.00 WIB dengan melibatkan tiga personel Tim Inafis Polres Boyolali yang dipimpin Aipda Sardono. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kanit Reskrim Polsek Banyudono Ipda Rikiyanto, Panit Intel Aiptu Beni Suwanto, serta Manager Umum PT Solo Murni, Deva.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, api diduga berasal dari korsleting listrik pada panel kompresor yang berada di dekat mesin percetakan. Api kemudian merambat ke bagian atap di atas panel kompresor sehingga menimbulkan asap tebal. Polres Boyolali melalui jajaran Polsek Banyudono melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan dan memastikan penyebab kebakaran.
Baca juga:
- Kurir Sabu 70 Gram Dibekuk di Ngemplak, Ditresnarkoba Polda Jateng Bongkar Peredaran Narkoba di Boyolali
- Polres Boyolali Bekuk 4 Pencuri Kabel Tower di Klego, Komplotan Diduga Beraksi di 15 TKP
Kebakaran itu sendiri terjadi sehari sebelumnya, Rabu (14/10/2026). Bidang Damkar Satpol PP Boyolali menerima laporan pada pukul 14.29 WIB dan segera bergerak menuju lokasi. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Boyolali dan Solo tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sebelum merembet ke bagian lain. Akibat peristiwa tersebut, kegiatan produksi di pabrik terpaksa berhenti sementara.
Api berhasil dipadamkan dengan menggunakan fasilitas hidran milik PT Solo Murni dan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Boyolali. Penanganan tersebut membuat api tidak meluas dan dapat segera dipadamkan. Sementara itu, kerusakan pada mesin percetakan di sekitar lokasi kebakaran diduga lebih disebabkan oleh semprotan air petugas pemadam kebakaran saat melakukan upaya pemadaman dan mencegah api merambat ke bagian lain.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Adapun kerugian material berupa kerusakan mesin percetakan diperkirakan mencapai Rp50 miliar, berdasarkan laporan awal yang diterima polisi. Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan peralatan kelistrikan dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya kebakaran serupa. Selama pelaksanaan olah TKP, situasi berlangsung aman dan kondusif.
Sumber: Headlinnews.id (rilis Humas Polres Boyolali), 15 Oktober 2026; latar kejadian kebakaran dirangkum dari Fokusjateng.com, 14 Oktober 2026.












