7 Kebiasaan yang Bikin Kompor Gas Cepat Rusak, Hindari Sekarang

Ekonomi58 Views

Kompor gas adalah peralatan dapur yang dipakai hampir setiap hari di rumah warga Boyolali. Dari merebus air di pagi hari sampai memasak makan malam, kompor bekerja tanpa henti. Karena itu, wajar bila banyak orang mengira kompor yang cepat rusak semata-mata karena sudah tua.

Padahal, kerusakan kompor gas sering kali dipercepat oleh kebiasaan kecil yang diulang setiap hari. Tumpahan kuah yang dibiarkan mengering, api yang terlalu besar, sampai selang yang tidak pernah diperiksa bisa membuat burner tersumbat, knop seret, dan api tidak stabil. Kabar baiknya, semua itu bisa dicegah dengan perawatan sederhana.

Berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari agar kompor gas di rumah lebih awet, lebih hemat gas, dan lebih aman dipakai.

Baca juga:

1. Membiarkan tumpahan mengering di burner

Kuah, susu, atau minyak yang tumpah ke burner dan dibiarkan mengering akan menyumbat lubang api. Akibatnya api menjadi kecil, tidak merata, atau berwarna kuning. Biasakan mengelap tumpahan setelah kompor dingin.

2. Memakai api terlalu besar untuk panci kecil

Api yang menjilat dinding panci kecil tidak membuat masakan lebih cepat matang, justru membuang gas dan menghitamkan panci. Sesuaikan besar api dengan diameter panci. Api biru yang stabil adalah tanda pembakaran yang baik.

3. Memutar knop dengan kasar

Knop yang diputar paksa saat seret bisa merusak pemantik dan katup di dalamnya. Bila knop terasa berat, jangan dipaksa. Bersihkan bagian luarnya, dan bila tetap seret, minta bantuan teknisi yang berpengalaman.

4. Tidak pernah memeriksa selang dan regulator

Selang yang retak, getas, atau klem yang longgar adalah sumber bahaya sekaligus penyebab api tidak stabil. Periksa selang dan regulator secara berkala, pastikan terpasang rapat, dan ganti bila sudah terlihat aus. Jangan menunggu sampai tercium bau gas.

5. Menaruh benda berat di atas kompor yang tidak dipakai

Kompor bukan tempat menyimpan panci berat, galon, atau tumpukan barang. Beban berlebih bisa membuat rangka bengkok dan tungku tidak rata, sehingga panci mudah tergelincir saat memasak.

6. Memasak di ruangan tanpa ventilasi

Dapur yang tertutup rapat membuat gas hasil pembakaran menumpuk dan kompor bekerja kurang optimal. Buka jendela atau nyalakan penghisap asap saat memasak, terutama bila memasak dalam waktu lama.

7. Meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan

Meninggalkan kompor menyala sambil mengerjakan hal lain di luar rumah berisiko besar. Api bisa padam tertiup angin sementara gas terus mengalir, atau masakan meluap dan memadamkan api. Selalu awasi kompor yang menyala, dan matikan bila harus pergi.

Merawat kompor gas tidak membutuhkan biaya besar, hanya konsistensi. Bersihkan setelah dipakai, periksa selang secara berkala, dan gunakan api seperlunya. Bila tercium bau gas yang kuat, jangan menyalakan api atau sakelar listrik, buka ventilasi, dan segera hubungi teknisi.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *