Parmono (43) datang ke Boyolali Job Fair Inklusi 2026 dengan langkah kaki yang limbung. Setelah 14 tahun tanpa pekerjaan formal, penyandang disabilitas daksa itu mencoba peruntungan di bursa kerja inklusi pada Jumat (23/10/2026).
Warga Dukuh Gatak Kulon, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, itu membawa stopmap berisi berkas lamaran kerja. Ia mendatangi lokasi job fair di halaman kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali pada hari pertama penyelenggaraan.
Job fair tersebut digelar pada Jumat–Sabtu (23–24/10/2026), pukul 08.00–16.00 WIB. Sebanyak 10.167 lowongan kerja dari puluhan perusahaan tersedia, termasuk 34 posisi khusus penyandang disabilitas.
Baca juga:
- Job Fair Inklusi Boyolali Buka 10.167 Lowongan, 34 untuk Disabilitas
- Diterima Kerja Malah Menghilang, HRD Pabrik Garmen Boyolali Curhat
- 5 Ide Usaha Sampingan Modal Kecil untuk Karyawan di Boyolali
Pada hari pertama, Parmono belum menentukan perusahaan yang hendak dilamar. Ia memilih melihat-lihat dulu peluang yang tersedia di stand-stand perusahaan peserta job fair.
“Besok rencananya mau mulai daftar, hari ini lihat-lihat. Mau melamar kerja, saya kan suka mesin teknik, kalau bisa di bidang tersebut,” katanya.
Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja di Malaysia
Langkah Parmono tidak stabil karena ia pernah lumpuh total. Kecelakaan kerja saat ia bekerja di Malaysia pada 2009 membuatnya kehilangan kemampuan berjalan.
Ia baru bisa berjalan lagi setelah menjalani pengobatan pada 2012. Meski demikian, langkahnya belum stabil hingga kini dan tampak limbung saat bergerak.
Sejak pulih, Parmono berusaha mencari pekerjaan formal dengan modal ijazah SMP. Namun, hingga 2026 usaha bertahun-tahun itu belum membuahkan hasil.
Ia sempat mengikuti pelatihan teknisi listrik di Solo. Sayangnya, ia tidak memperoleh sertifikat seperti peserta pelatihan lainnya.
14 Tahun Hidup dari Kerja Serabutan
Sejak 2012 hingga kini, Parmono menyambung hidup dari pekerjaan serabutan. Ia menjadi buruh kasar di kampung, tukang parkir, hingga bersih-bersih saat ada acara hajatan warga.
“Sejak 2012 sampai sekarang tidak pernah punya pekerjaan formal, hanya buruh kasar di kampung. Kadang pas ada acara ya parkir ya parkir, kadang bersih-bersih. Yang penting halal, pasti saya kerjakan,” ujarnya.
Boyolali Job Fair Inklusi 2026 menjadi angin segar baginya. Sebanyak 34 posisi khusus penyandang disabilitas disiapkan pada ajang tersebut, menurut keterangan Kepala Diskopnaker Boyolali Sawitri Danik Rahayuni.
Parmono berharap bisa diterima di perusahaan yang membutuhkan keahlian di bidang teknik, sesuai minatnya. Bagi dia, satu surat panggilan kerja akan mengakhiri 14 tahun penantian pekerjaan formal.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps
Sumber: Espos.id (reporter Ni’matul Faizah). Peristiwa: Jumat, 23 Oktober 2026.






