Peternak Boyolali Bisa Beli Sapi Perah Impor Setengah Harga

Ekonomi71 Views

BOYOLALI — Peternak di Kabupaten Boyolali berpeluang mendapatkan sapi perah impor dengan subsidi 50 persen dari pemerintah pusat. Pendaftaran program bantuan presiden (Banpres) tersebut telah dibuka dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (24/10/2026).

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan program ini berkaitan dengan rencana Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan populasi sapi perah di Jawa Tengah. Salah satu skemanya berupa bantuan presiden dalam bentuk subsidi 50 persen untuk pembelian sapi perah impor bagi peternak.

Gojali menjelaskan, sapi perah dalam program ini berjenis Friesian Holstein (FH) impor, terdiri dari dara (anakan) dan indukan. Total harga sekitar Rp60 juta per ekor sudah termasuk ongkos kirim. Dengan subsidi Banpres 50 persen, peternak hanya perlu membayar separuhnya.

Baca juga:

Program ini terbuka bagi peternak yang tergabung dalam kelompok tani, kelompok tani ternak, maupun peternak mandiri. Syaratnya, peternak harus memiliki mitra yang bersedia menampung susu dari sapi perah yang dibeli. Peternak yang berminat dapat mendaftar melalui tautan https://forms.gle/jnygRzDn2jBkihW2A.

Menurut Gojali, seleksi penerima dilakukan oleh pemerintah pusat. “Silakan mendaftar di link, yang dapat tidak tahu karena seleksinya dari pusat. Informasinya ada 6.500 kuotanya, tapi informasinya belum tahu itu untuk Boyolali saja atau Jawa Tengah,” kata dia ditemui wartawan di sekitar Kantor Diskopnaker Boyolali, Jumat (23/10/2026). Ia menyebut pendaftar dari Boyolali sudah mencapai sekitar 900 orang.

Kementerian terkait akan melakukan verifikasi lapangan terhadap para pendaftar. Namun hingga Jumat (23/10/2026), pihak Disnakkan belum memperoleh informasi mengenai waktu realisasi program tersebut. “Untuk realisasinya kapan, kami belum ada informasi. Sementara ini baru pendataan, setelah itu ada koordinasi lebih lanjut, habis itu ada informasi lanjutan,” ujar Gojali.

Gojali mencontohkan, sapi perah jenis FH dari Australia dapat menghasilkan sekitar 30 liter susu per hari. Sementara produksi susu sapi lokal bervariasi, sekitar 20 liter per hari, tergantung faktor genetik, pakan, dan pemeliharaan. Sapi impor diharapkan mampu meningkatkan produktivitas susu sekaligus menambah populasi sapi perah di Boyolali.

Data Dinas menunjukkan populasi sapi perah Boyolali saat ini diperkirakan sekitar 50.000–60.000 ekor, menurun dibandingkan sebelum wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diperkirakan mencapai 100.000 ekor. Data Boyolali dalam Angka 2026 yang dirilis BPS mencatat produksi susu sapi pada 2025 mencapai 37.123.507 liter dengan populasi 47.476 ekor. Pada 2024, produksi tercatat 42.760.750 liter dengan populasi 54.684 ekor. Sementara 2023 produksi mencapai 37.804.725 liter dengan populasi 59.389 ekor, 2022 produksi 50.547.007 liter dengan populasi 60.704 ekor, dan 2021 produksi 50.155.642 liter dengan populasi 94.143 ekor.

Sumber: Solopos/Espos.id (Nimatul Faizah), Jumat (23/10/2026).

INFO BELANJA:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *