BOYOLALI – Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Boyolali merilis hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi pekerja lajang di Boyolali. Hasilnya, upah layak untuk pekerja lajang pada 2027 idealnya mencapai Rp3,5 juta per bulan.
Survei dilakukan pada awal Oktober 2026 dengan turun langsung ke pasar-pasar di Boyolali untuk mengukur kebutuhan hidup pekerja. Sebanyak 60 item kebutuhan didata, mulai dari bahan pokok, biaya transportasi, hingga biaya tempat kos atau indekos.
Ketua KSPN Boyolali Wahono mengatakan angka rinci hasil survei mencapai Rp3.577.741 per bulan, naik dibandingkan KHL tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.321.012. Menurut dia, hasil survei ini akan dijadikan acuan dalam mengusulkan Upah Minimum Kerja (UMK) pada rapat Dewan Pengupahan.
Baca juga:
- UMK Boyolali 2026 Rp2.537.949, Ini Dampaknya bagi Pekerja
- 5 Ide Usaha Sampingan Modal di Bawah Rp5 Juta untuk Karyawan
- 9.637 Lowongan Tersedia, Job Fair Boyolali Diburu Pencari Kerja
Selisih Hampir Rp1 Juta dari UMK
“Nominal ini akan saya sampaikan ke rapat dewan pengupahan, rinciannya Rp3.577.741. Kalau dibanding KHL tahun sebelumnya Rp3.321.012,” kata Wahono kepada Espos, Minggu (18/10/2026).
Wahono menyoroti kesenjangan antara angka KHL dengan UMK Boyolali yang selisihnya hampir Rp1 juta. Kondisi ini memaksa banyak pekerja mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Ia mengaku sejumlah karyawan baru bisa mendapatkan penghasilan di atas UMK bila mendapat jatah lembur. Tanpa lembur, pendapatan pekerja sangat minim.
Ia juga menyayangkan UMK Boyolali yang lebih rendah dibandingkan UMK Kabupaten Semarang dan Salatiga, padahal mayoritas industri dan jam kerja pekerja relatif sama. “Makanya beberapa pekerja di Boyolali larinya ke Kabupaten Semarang dan Salatiga. Kebutuhan hidup sama, indekos sama juga harganya. Kesenjangan yang tidak adil ini,” kata dia.
“Kondisi ekonomi sekarang juga kurang baik, bahan pokok naik, bahan bakar naik, termasuk juga pajak naik,” ujarnya. Ia berharap pemerintah hadir membantu, misalnya dengan mensubsidi upah dari sektor lain agar penghasilan pekerja minimal bisa mencapai angka KHL.
Pekerja Cari Penghasilan Tambahan
Salah satu pekerja lajang di Boyolali, Luqman Hakim, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku tidak bisa hanya mengandalkan satu pekerjaan sehingga membuka usaha sampingan rental alat outdoor, kadang ikut katering saat senggang, dan mengambil pekerjaan edit video.
Beruntung, kata Luqman, ia masih tinggal bersama orang tua sehingga tidak keluar biaya kos. Meski begitu, ia tetap kesulitan bila hanya mengandalkan gaji satu pekerjaan. “Kalau cuma mengandalkan gaji satu pekerjaan, saya kira tidak bisa ya di era sekarang. Apa-apa naik,” katanya.
Sumber: Solopos/Espos.id. Peristiwa: survei KSPN Boyolali, disampaikan Minggu (18/10/2026).
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






