BOYOLALI — Satgas TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali dan Polres Boyolali menggelar penyuluhan di SMA Negeri 1 Simo, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang merupakan sasaran nonfisik program TMMD tersebut membekali ratusan pelajar dengan edukasi pencegahan pernikahan dini dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Penyuluhan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para pelajar agar lebih memahami risiko pernikahan dini serta menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Satgas menilai pelajar adalah kelompok yang paling membutuhkan benteng informasi sebelum memasuki usia dewasa.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan TNI, Kemenag, Polri, dan pihak sekolah. Para narasumber menyampaikan materi secara bergantian dan para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya penyuluhan.
Baca juga:
- Satgas TMMD Kodim Boyolali Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD 2027
- Kapolres Boyolali Pimpin Upacara POLIDIK di SMK Muhammadiyah 04
- HUT ke-75 Humas Polri, Polres Boyolali Salurkan 10.000 Liter Air Bersih
Pentingnya Menunda Pernikahan Dini
Dalam materi pencegahan pernikahan dini, Slamet Arifin, M.Ag., dari KUA Kecamatan Simo menjelaskan bahwa batas usia minimal perkawinan bagi pria dan wanita adalah 19 tahun sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia mengingatkan bahwa menikah terlalu dini dapat menghambat pendidikan, mengganggu kesehatan fisik dan mental, serta mengancam keharmonisan rumah tangga.
Slamet juga mengajak para siswa memperkuat nilai spiritual, memilih pergaulan yang positif, dan terus mengembangkan potensi diri. Ia menekankan agar siswa menjadikan orang tua dan guru sebagai tempat berkonsultasi dalam merencanakan masa depan, bukan mengambil keputusan terburu-buru.
Waspadai Narkoba dan Tembakau Sintetis
Sementara itu, Iptu Abdul Rohim, S.H., dari Satnarkoba Polres Boyolali memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan cita-cita, mengganggu hubungan keluarga, hingga menimbulkan persoalan hukum. Ia turut mengingatkan pelajar agar mewaspadai peredaran narkoba, termasuk tembakau sintetis yang kerap menyasar kalangan muda.
“Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Sekali mencoba, masa depan bisa hancur,” pesan Abdul Rohim kepada para pelajar yang hadir. Ia mengimbau siswa untuk berani melapor jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya.
Komitmen Bangun Generasi Muda Boyolali
Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 berharap para pelajar semakin sadar akan pentingnya menjaga diri dari pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba. Sinergi TNI, Kemenag, Polri, dan pihak sekolah dinilai menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun generasi muda Boyolali yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan yang lebih baik.
Sumber: Radar Telusur News, Kamis 22 Oktober 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












