Wisata Petik Melon Premium di Giriroto Boyolali, 9.000 Pohon dari Lima Greenhouse Siap Panen

Wisata54 Views

BOYOLALI — Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, kini punya destinasi wisata baru yang menyegarkan: wisata petik melon hidroponik premium. Bupati Boyolali Agus Irawan secara resmi membuka wisata petik melon sekaligus melakukan panen perdana di greenhouse Desa Giriroto, Rabu (7/10/2026). Sebanyak 9.000 pohon melon siap panen dari lima greenhouse yang dikelola warga setempat.

Budidaya melon ini merupakan hasil kemitraan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, PT BPR Bank Boyolali (Perseroda), dan CV Estu Sae Jaya. Lokasinya berada di dekat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kantor Desa Giriroto, sehingga mudah dijangkau wisatawan yang melintasi kawasan Ngemplak.

Salah satu petani pengelola, Ahmad Rajih Rahmawan, 28, menjelaskan setiap greenhouse seluas 500 meter persegi menampung 1.800 pohon melon. Populasi tanaman dimaksimalkan selama musim kemarau; saat musim hujan populasi dikurangi agar kelembapan greenhouse terjaga. Setiap pohon hanya dibuahkan satu melon agar kualitasnya optimal, dengan siklus tanam hingga panen sekitar 70 hari.

Baca juga:

Ada tiga varietas melon premium yang dibudidayakan, yakni lavender, sweet hami, dan inthanon. Melon lavender bertekstur crunchy dan manis, sweet hami memiliki tekstur serupa dengan warna kulit berbeda, sedangkan inthanon paling manis dengan tingkat kemanisan mencapai 17 brix serta berat maksimal dua kilogram. Harga jual wisata petik melon dipatok Rp30.000 per kilogram, sedangkan grade B Rp20.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Suyanta, mengungkapkan tingkat kegagalan budidaya melon di greenhouse Giriroto kurang dari 0,3 persen, dengan biaya produksi hanya Rp7.000 hingga Rp10.000 per pohon. Masa panen 70 hari memungkinkan empat kali panen dalam setahun. Melalui skema kemitraan, harga jual hasil panen ke pengepul dipatok Rp16.000 per kilogram.

“Melon ini kalau benar-benar dipahami sangat menguntungkan, bisa mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Suyanta. Bupati Boyolali pun mendorong agar pertanian modern berbasis greenhouse seperti di Giriroto direplikasi di wilayah lain, sehingga nilai tambah pertanian Boyolali kian meningkat.

Bagi pengunjung, wisata petik melon menawarkan pengalaman memanen langsung buah segar dari sulurnya, berfoto di lorong greenhouse yang Instagramable, sekaligus belajar budidaya melon hidroponik dari para petani. Dengan siklus panen empat kali setahun, wisata petik melon Giriroto berpotensi menjadi jujukan agrowisata keluarga di Boyolali secara berkelanjutan.

Sumber: Solopos/Espos.id — “Panen Perdana 9.000 Pohon, Bupati Buka Wisata Petik Melon di Giriroto” (7/10/2026); Cakram.net — “Panen Perdana Melon Greenhouse Giriroto Sukses” (7/10/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *