7 Modus Penipuan Online yang Sering Menarget Warga Boyolali

Kriminal60 Views

BOYOLALI, boyolali.net — Penipuan online kini tidak hanya menyasar warga kota besar. Warga di daerah, termasuk Kabupaten Boyolali, juga kerap menjadi target pelaku kejahatan siber. Modusnya terus berkembang, dari pesan WhatsApp mengaku kurir paket hingga tautan undangan digital palsu.

Kepolisian berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesan dari nomor tak dikenal, terutama yang meminta data pribadi atau mengarahkan korban mengklik tautan dan mengunduh aplikasi. Berikut tujuh modus penipuan online yang paling sering muncul dan wajib dikenali warga Boyolali.

1. Paket kiriman palsu. Pelaku mengirim foto resi atau tautan pelacakan paket lewat WhatsApp, lalu meminta korban mengklik tautan berformat APK. Begitu diinstal, aplikasi itu mencuri data perbankan di ponsel korban. Ingat, jasa ekspedisi tidak pernah meminta penerima menginstal aplikasi lewat tautan chat.

Baca juga:

2. Undangan pernikahan digital palsu. Tautan berisi file APK dikirim seolah undangan pernikahan atau hajatan dari kenalan. Begitu dibuka, ponsel korban diretas dan saldo rekening bisa terkuras.

3. Kuras OTP dan kode verifikasi. Pelaku menelepon atau mengirim pesan mengaku dari bank, marketplace, atau petugas pemerintah, lalu meminta kode OTP yang masuk ke SMS. Kode OTP adalah kunci terakhir rekening — tidak ada petugas resmi yang memintanya.

4. Akun kenalan dibajak. Akun WhatsApp atau media sosial kerabat diretas, lalu dipakai meminjam uang atau meminta pulsa. Selalu verifikasi lewat telepon langsung sebelum mentransfer uang, walau pengirimnya mengaku keluarga.

Modus Penipuan yang Menyasar Orang Tua

5. Undian dan hadiah palsu. Pesan mengabarkan korban memenangkan hadiah undian, tetapi diminta membayar “biaya administrasi” terlebih dahulu. Hadiah resmi tidak pernah meminta bayaran di muka.

6. Lowongan kerja dan arisan online. Tawaran kerja paruh waktu dengan imbalan besar atau arisan online berbunga tinggi ujung-ujungnya meminta setoran modal. Uang yang disetor biasanya tidak kembali.

7. Investasi bodong berkedok aplikasi. Pelaku menawarkan investasi lewat aplikasi atau grup chat dengan janji keuntungan harian. Awalnya dibayar kecil untuk memancing kepercayaan, lalu dana besar dibawa kabur.

Cara Melindungi Diri dari Penipuan Online

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Jangan pernah mengklik tautan atau menginstal file APK dari nomor tak dikenal, aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp dan aplikasi perbankan, serta jangan membagikan kode OTP kepada siapa pun. Simpan nomor darurat kepolisian 110 dan segera melapor ke kantor polisi terdekat bila sudah terlanjur menjadi korban. Edukasi juga anggota keluarga, terutama orang tua, karena kelompok usia lanjut kerap menjadi sasaran empuk pelaku.

Dengan mengenali modusnya, warga Boyolali diharapkan tidak mudah panik dan bisa berpikir jernih setiap kali menerima pesan mencurigakan.

Sumber: boyolali.net, dirangkum dari berbagai imbauan kepolisian mengenai kejahatan siber, Oktober 2026.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *