7 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Sering Picu Kecelakaan di Boyolali

Berita49 Views

BOYOLALI, boyolali.net — Musim hujan yang diprediksi tiba di Jawa Tengah akhir November membuat pengendara motor di Boyolali perlu ekstra waspada. Jalanan licin, genangan air, dan jarak pandang terbatas kerap menjadi pemicu kecelakaan di Boyolali, terutama di jalur-jalur padat seperti Jalan Solo–Boyolali dan Jalan Boyolali–Semarang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali sebelumnya mencatat 360 remaja menjadi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah ini. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan tidak boleh dianggap sepele, apalagi menjelang musim hujan ketika risiko kecelakaan meningkat.

Sebagian besar kecelakaan sebenarnya bisa dicegah apabila pengendara menghindari kebiasaan buruk di jalan. Berikut tujuh kebiasaan yang sering menjadi pemicu kecelakaan dan sebaiknya segera ditinggalkan.

Baca juga:

1. Memacu motor saat hujan deras

Hujan deras membuat jarak pandang menyusut dan jalan menjadi licin. Memacu kecepatan dalam kondisi seperti ini memperbesar risiko tergelincir, terutama saat melintasi marka jalan dan permukaan beton yang halus. Bila hujan sangat deras, sebaiknya menepi dan menunggu reda.

2. Lampu motor mati atau tidak menyala

Menjelang sore yang mendung atau malam hari, lampu utama adalah satu-satunya cara agar keberadaan Anda terlihat pengguna jalan lain. Banyak pengendara lupa memeriksa lampu yang mati hingga berkendara dalam gelap tanpa penerangan.

3. Menerobos lampu lalu lintas

Kebiasaan menerobos lampu merah di persimpangan masih sering ditemui. Selain berbahaya, tindakan ini juga merugikan pengendara lain yang berhak melintas. Ingat, kecelakaan di Boyolali kerap terjadi di persimpangan jalan yang ramai.

4. Menggunakan ponsel saat berkendara

Membalas pesan atau menelepon sambil mengemudi mengalihkan perhatian dari jalan. Hanya dalam hitungan detik, motor bisa keluar jalur dan bertabrakan. Bila ada panggilan penting, menepilah ke tempat yang aman terlebih dahulu.

5. Helm dipakai asal-asalan

Helm yang tidak dikancingkan atau hanya digantung di lengan nyaris tidak melindungi kepala saat terjadi benturan. Pastikan tali pengunci helm terpasang kencang setiap kali berkendara, untuk pengemudi maupun penumpang.

6. Mendahului sembarangan dan zig-zag

Menyelip di antara kendaraan dari sisi kiri atau mendahului dari bahu jalan sangat berisiko, apalagi saat hujan ketika ban sulit mencengkeram aspal. Sabar mengikuti antrean jauh lebih aman daripada terburu-buru mencari celah.

7. Mengabaikan kondisi ban dan rem

Ban yang sudah gundul dan rem yang blong adalah kombinasi maut di jalan basah. Luangkan waktu memeriksa ketebalan tapak ban dan fungsi rem sebelum berangkat. Motor yang terawat adalah syarat utama keselamatan.

Dengan menghindari tujuh kebiasaan buruk di atas, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Keselamatan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga soal orang-orang yang menunggu di rumah.

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali (data korban kecelakaan); prakiraan musim hujan Jawa Tengah via boyolali.net.

Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *