360 Remaja Jadi Korban Kecelakaan di Boyolali, Dishub Ingatkan Orang Tua

BOYOLALI — Angka kecelakaan di Boyolali yang melibatkan remaja masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali, sebanyak 360 remaja berusia 13–19 tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 21 persen dari total 1.713 korban kecelakaan di Boyolali pada semester pertama tahun ini.

Kepala Dishub Boyolali, Insan Adi Asmono, mengatakan tingginya keterlibatan remaja dalam kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian serius. Sebagian besar kecelakaan dipicu perilaku berkendara yang tidak aman, seperti memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, berboncengan lebih dari satu orang, serta tidak menggunakan helm berstandar SNI.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah tingginya keterlibatan remaja pada kecelakaan di akhir pekan,” kata Insan, dikutip dari keterangan tertulisnya. Menurut hasil Kajian Keselamatan Lalu Lintas Dishub periode Januari–Juni 2026, lonjakan kecelakaan signifikan terjadi pada Jumat malam hingga Minggu dan didominasi korban dari kalangan remaja.

Baca juga:

Secara umum, Boyolali mencatat 930 kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari–Juni 2026, dengan 83 korban meninggal dunia dan 1.630 korban luka-luka. Jumlah kecelakaan naik sekitar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata terjadi lima kecelakaan setiap hari dengan sembilan korban per hari.

Dishub juga mencatat periode paling mematikan terjadi pada dini hari, pukul 00.00–05.59 WIB, dengan tingkat fatalitas mencapai 11,8 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya lalu lintas kendaraan berat, kelelahan pengemudi, minimnya penerangan jalan, serta jarak pandang yang terbatas.

Adapun lima kecamatan dengan angka kecelakaan tertinggi selama semester pertama 2026 adalah Mojosongo dengan 75 kejadian, Kecamatan Boyolali 71 kejadian, Ngemplak 67 kejadian, Teras 63 kejadian, dan Banyudono 55 kejadian. Wilayah-wilayah tersebut berada di koridor utama Solo–Semarang dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, Dishub telah memasang marka jalan, zebra cross, pita penggaduh (rumble strip), serta rambu lalu lintas di 20 titik strategis. Bersama Satlantas Polres Boyolali, Dishub juga mengintensifkan patroli di jalur rawan kecelakaan, khususnya saat akhir pekan dan libur panjang.

Insan meminta para orang tua tidak lagi memberikan sepeda motor kepada anak yang belum cukup umur maupun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan, memastikan anak menggunakan helm standar, serta memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, untuk bersama-sama melindungi generasi muda. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Insan.

Sumber: TribunSolo.com, Solopos (data Kajian Keselamatan Lalu Lintas Dishub Boyolali, Januari–Juni 2026).

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *