Musim kemarau yang berkepanjangan ternyata membawa ancaman lain bagi warga Boyolali selain kekeringan. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali mencatat semakin seringnya panggilan untuk mengevakuasi sarang tawon vespa affinis, atau yang dikenal warga sebagai tawon ndas, di kawasan permukiman warga.
Tawon jenis ini dikenal agresif dan akan menyerang bergerombol ketika merasa sarangnya terganggu. Kepala Bidang Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, sebelumnya mengingatkan bahwa sengatan tawon vespa affinis bisa berakibat fatal. Pada tahun lalu, sengatan tawon jenis ini bahkan menyebabkan korban jiwa di Boyolali, sehingga warga diminta tidak menganggap remeh keberadaan sarang di sekitar rumah.
Salah satu insiden terjadi di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, pada awal Oktober 2026. Seorang warga yang hendak memanen buah matoa tiba-tiba kejatuhan sarang tawon vespa affinis dan disengat di beberapa titik tubuh hingga mengalami meriang. Warga kemudian memanggil Damkar untuk evakuasi, dan dalam prosesnya seorang personel damkar pun sempat tersengat karena ada tawon yang keluar liar dari sarang.
Baca juga:
- Ditinggal Salat Jumat, Gudang Bahan Bangunan di Banyudono Boyolali Terbakar
- Panas hingga Akhir Oktober, Ini Cara Cegah Dehidrasi dan Heatstroke
- Enam Embung Pudam Boyolali Kering, Air Pelanggan Dipastikan Aman
Supriyono mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke Damkar apabila menemukan sarang tawon, terutama jenis vespa affinis, di sekitar permukiman. Evakuasi sarang tawon oleh Damkar tidak dipungut biaya alias gratis. Petugas biasanya melakukan evakuasi pada malam hari, saat tawon sudah kembali ke sarang dan daya pandangnya terbatas, dengan menutup lubang sarang menggunakan kapas yang dibasahi bahan bakar sebelum sarang dimusnahkan.
Warga juga diingatkan untuk tidak mencoba mengevakuasi sarang sendiri tanpa keahlian dan peralatan pelindung. Sedikit saja guncangan atau suara bisa membuat koloni tawon menjadi agresif dan menyerang siapa pun di sekitarnya. Jika tersengat, segera menjauh dari sarang, kompres area yang tersengat dengan air dingin, dan segeralah mencari pertolongan medis terutama bila muncul reaksi alergi seperti sesak napas, pusing, atau bengkak meluas.
Damkar Boyolali sendiri tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai evakuasi dan penyelamatan, termasuk sarang tawon, hewan liar, hingga pelatihan penanganan kebakaran bagi masyarakat. Di tengah musim kemarau ini, kewaspadaan terhadap sarang tawon di atap rumah, pepohonan, hingga plafon bangunan menjadi langkah penting untuk mencegah korban berjatuhan.
Sumber: Solopos/Espos.id (Nimatul Faizah, 12 Oktober 2026); Solopos (2 Oktober 2026); fokusjateng.com.

