Ditinggal Salat Jumat, Gudang Bahan Bangunan di Banyudono Boyolali Terbakar

Kriminal51 Views

BOYOLALI — Sebuah gudang bahan bangunan di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, terbakar pada Jumat (9/10/2026). Kebakaran terjadi saat gudang dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya menunaikan salat Jumat.

Api dengan cepat melalap bangunan gudang beserta isinya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp30 juta.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan ini menguat mengingat gudang ditinggal dalam keadaan kosong tanpa aktivitas yang berpotensi memicu api dari sumber lain.

Baca juga:

Korsleting atau hubungan pendek arus listrik memang menjadi salah satu penyebab kebakaran bangunan yang paling umum. Kabel yang sudah tua, terkelupas, atau terbebani melebihi kapasitasnya dapat memicu percikan api yang kemudian menyambar material di sekitarnya, terutama bahan-bahan yang mudah terbakar seperti yang biasa tersimpan di gudang bahan bangunan.

Peristiwa di Banyudono ini menambah daftar panjang kebakaran di Kabupaten Boyolali. Data Dinas Pemadam Kebakaran mencatat sepanjang September 2026 terjadi 112 kasus kebakaran di wilayah Boyolali. Tingginya angka kebakaran tak lepas dari musim kemarau yang masih melanda dan membuat material kering mudah tersulut api.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga awal 2027. Kondisi kering membuat api cepat membesar begitu muncul titik api, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Memastikan kabel dalam kondisi baik, tidak menumpuk beban pada satu stop kontak, menggunakan pengaman arus yang sesuai, serta mematikan aliran listrik saat bangunan ditinggal dalam waktu lama menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kebakaran serupa.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala oleh teknisi juga disarankan, terutama untuk bangunan tua atau gudang penyimpanan yang jarang diawasi. Kasus gudang di Banyudono ini menjadi pengingat bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, bahkan saat bangunan sedang kosong sekalipun.

Sumber:

– https://solopos.espos.id/boyolali (Solopos/Espos.id, Nimatul Faizah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *