Budidaya Jamur Tiram di Boyolali, Modal Rp1 Juta dari Rumah

Ekonomi42 Views

BOYOLALI — Jamur tiram bisa menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan bagi warga Boyolali. Modalnya kecil, tidak butuh lahan luas, dan panen pertamanya cepat. Buktinya, budidaya jamur tiram sudah berjalan di Desa Giriroto, Ngemplak, bahkan limbah serbuk kayu mebel diolah menjadi media tanamnya.

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) paling ramah bagi pemula: toleran terhadap kesalahan perawatan, tumbuh cepat, dan disukai sebagai bahan masakan. Budidayanya di dalam ruangan, sehingga bisa panen sepanjang tahun tanpa bergantung pada cuaca.

Pemula cukup menyiapkan 100 sampai 200 baglog, yakni kantong plastik berisi media tanam jamur. Modalnya Rp500 ribu sampai Rp1 juta, atau sekitar Rp1,1 juta untuk 100 baglog. Satu baglog hanya sekitar Rp2.500. Kumbungnya sederhana: ruangan kecil yang lembap, misalnya gudang 3 x 4 meter.

Baca juga:

Cara Budidaya Jamur Tiram Langkah demi Langkah

Baglog dibuat dari serbuk gergaji dicampur bekatul 5 sampai 15 persen, kapur 2 persen, dan gipsum 2 persen, dengan kadar air sekitar 65 persen. Campuran ini disterilisasi pada suhu 90 sampai 100 derajat Celsius selama 12 jam, lalu didinginkan semalaman sebelum diberi bibit.

Setelah diberi bibit, baglog disimpan di ruang inkubasi bersuhu 22 sampai 28 derajat Celsius dan kelembapan 60 sampai 80 persen, tanpa cahaya langsung. Miselium akan memenuhi media dalam 15 sampai 30 hari. Panen pertama 3 sampai 4 minggu sejak bibit ditanam, dan satu baglog bisa dipanen 3 sampai 5 kali sebelum nutrisinya habis.

Hitung-hitungan Modal dan Hasil Panen

Satu baglog berbobot 1 kilogram umumnya menghasilkan 700 sampai 800 gram jamur selama masa produksinya. Harga jual di tingkat petani berkisar Rp11.000 per kilogram ke pengepul dan Rp13.000 per kilogram bila dijual langsung ke warga, sedangkan harga eceran mencapai Rp18.000 sampai Rp25.000 per kilogram.

Studi Jurnal Pertanian Agros tentang usaha “Eco Mushroom” di Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali, mencatat biaya total Rp63.773.746 per periode tanam dengan penerimaan Rp78.000.000, sehingga keuntungannya Rp14.226.254 dan rasio penerimaannya 1,22. Artinya, setiap Rp1 biaya menghasilkan penerimaan Rp1,22.

Pasar Terbuka, Olahan Menambah Nilai Jual

Jamur tiram segar mudah dijual ke pengepul, warung makan, pasar, hingga restoran. Nilai jualnya naik bila diolah menjadi abon, nugget, atau steak jamur, seperti yang dikembangkan tim PPK Ormawa BEM Universitas Sebelas Maret bersama PKK Desa Giriroto di rumah budidaya 500 baglog yang diresmikan 27 September 2025.

Inovasi lokal lain datang dari Waduk Cengklik, Ngemplak. Tim pengabdian Universitas Sebelas Maret mengolah eceng gondok, gulma waduk selama ini, menjadi media tanam jamur tiram putih, sehingga budidaya jamur sekaligus membantu menjaga kebersihan waduk.

Bagi pemula, kuncinya mulai dari skala kecil, beli bibit dari penyedia tepercaya, dan jaga kumbung tetap lembap, bersih, dan jauh dari sinar matahari langsung. Siram rumah jamur teratur, dan panen saat tudungnya sudah mekar penuh tetapi belum terlalu tua agar teksturnya tetap renyah.

Dengan modal sekitar Rp1 juta, warga Boyolali sudah bisa mencoba usaha ini dari rumah sendiri. Bila pasar sudah terbentuk, barulah kapasitas kumbung ditambah sedikit demi sedikit.

Sumber: Universitas Sebelas Maret, Jurnal SEMAR UNS, Jurnal Pertanian Agros Universitas Janabadra, Amartha, Tokopedia. Peristiwa dan data: November 2026.

Info Belanja

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *