Kekeringan Landa 13 Kecamatan Boyolali, 32 Ribu Warga Dapat Air Bersih

Berita, Politik43 Views

Kemarau panjang tahun ini membuat air bersih menjadi barang yang paling ditunggu di sebagian desa Boyolali. Ketua PC Ansor Boyolali Eko Sumadi menggambarkan, setiap kali mobil tangki datang, warga langsung berkumpul mengisi wadah yang sudah mereka siapkan, seperti dilaporkan Fokus Jateng.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali mencatat, hingga pertengahan September 2026 kekeringan sudah melanda 13 kecamatan. Data itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Ery Purwo Nugroho kepada Fokus Jateng, Selasa (22/9/2026).

Intinya

  • Kekeringan tercatat di 13 kecamatan, meliputi 44 desa/kelurahan dan 140 dukuh.
  • Sebanyak 1.023 tangki atau 5.160.000 liter air bersih sudah didistribusikan.
  • Bantuan menyasar 10.921 kepala keluarga yang terdiri atas 32.822 jiwa.
  • Pemkab menyiapkan sumur bor dan konservasi lingkungan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Kecamatan mana saja yang terdampak?

Menurut BPBD, 13 kecamatan yang terdampak adalah Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi, Tamansari, Cepogo, Musuk, Kemusu, Selo, Klego, Ampel, Gladagsari, Andong, dan Karanggede.

Cakupannya terus bertambah. Pada 10 September 2026, Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo menyebut Pemkab telah menyalurkan hampir 3,6 juta liter air bersih untuk 27.923 jiwa di 110 dukuh pada 35 desa dan kelurahan di 11 kecamatan, untuk periode awal Juni hingga awal Agustus 2026. Data BPBD per pertengahan September sudah mencatat 44 desa/kelurahan dan 140 dukuh.

“Kami sudah mendistribusikan 1.023 tangki air bersih, baik dari kami maupun bekerjasama dengan sejumlah pihak dengan total sudah 5.160.000 liter air bersih,” kata Ery, seperti dikutip Fokus Jateng.

Siapa saja yang ikut membantu?

Selain BPBD, sejumlah lembaga ikut turun tangan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali memberangkatkan 81 tangki air bersih dalam rangka HUT ke-81 PMI. Keberangkatan itu dilepas Bupati Boyolali Agus Irawan di halaman Kantor Bupati, Kamis (3/9/2026), seperti dilaporkan Halo Semarang.

Saat itu Bupati Agus menyebut ada enam kecamatan prioritas terdampak kekeringan, yakni Musuk, Tamansari, Wonosegoro, Wonosamodro, Juwangi, dan Klego. “Semoga dengan upaya kita bersama ini akan membawa berkah barakah bagi kita semuanya,” ujarnya, seperti dikutip Halo Semarang.

Kwarcab Pramuka Boyolali bekerja sama dengan BPBD menyalurkan air ke Desa Ngaren dan Krobokan di Juwangi, serta Desa Bengle dan Repaking di Wonosamodro, Sabtu (19/9/2026). PC Ansor Boyolali juga mendroping air ke sejumlah desa di Juwangi, Wonosamodro, dan Wonosegoro.

Apakah droping air cukup?

Pemerintah sendiri mengakui droping air hanyalah solusi sementara. “Distribusi air bersih ini baru penanganan sementara. Tantangan kita adalah bagaimana membangun ketahanan air di wilayah-wilayah yang terdampak sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dalam jangka menengah dan panjang,” kata Ari, seperti dikutip Fokus Jateng.

Menurut Ari, air tidak hanya dikirim untuk rumah tangga. Fasilitas kesehatan, sekolah, dan tempat ibadah yang kekurangan air juga menjadi sasaran, agar pelayanan publik tetap berjalan.

Apa rencana jangka panjangnya?

Untuk jangka menengah, Pemkab Boyolali berencana memperbanyak sumur bor di wilayah yang kerap kekeringan. Kendalanya, tidak semua daerah memiliki sumber air tanah yang bisa dimanfaatkan.

Untuk jangka panjang, pemerintah ingin membangun ketahanan air di tiap wilayah terdampak, antara lain lewat kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemerhati lingkungan untuk konservasi lingkungan.

Apa selanjutnya?

Selama kemarau berlangsung, BPBD Boyolali terus mendistribusikan air bersih bersama berbagai pihak. Ery menyampaikan terima kasih kepada lembaga yang ikut membantu, dan menyebut bantuan dari pihak selain BPBD sangat membantu warga terdampak. PC Ansor Boyolali juga mendorong adanya solusi jangka panjang, karena krisis air hampir setiap tahun terjadi di wilayah utara Boyolali.

Baca juga

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *