Bagi petani, benih yang bagus dan air yang cukup adalah modal utama sebelum musim tanam. Di Kecamatan Karanggede, dua kebutuhan itu kini mendapat tambahan dukungan dari pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyalurkan bantuan pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Karanggede. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan di Aula Kantor Kecamatan Karanggede, Senin (14/9/2026), melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali.
Intinya
- Bantuan diserahkan Bupati Agus Irawan di Aula Kecamatan Karanggede, Senin (14/9/2026).
- Isinya antara lain 2,7 ton benih jagung hibrida, 500 kg benih padi, dan 400 batang bibit kelapa genjah.
- Ada pula bantuan dam parit, jalan usaha tani, jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, dan burung hantu pengendali hama.
- Pemkab mengupayakan petani bisa panen tiga kali setahun, dari selama ini dua kali.
Bantuan apa saja yang diterima petani?
Menurut infojateng.id, Gapoktan Sejahtera menerima 400 batang bibit kelapa genjah, sedangkan Gapoktan Subur Makmur mendapat 500 kilogram bibit padi. Benih jagung hibrida sebanyak 2,7 ton dibagikan kepada sejumlah kelompok tani (Poktan), yakni Poktan Sido Dadi II, Serba Usaha I hingga IV, serta Sido Dadi Makmur I hingga IV.
Untuk pengendalian hama, Poktan Rejeki Tani III menerima bantuan burung hantu. Burung pemangsa ini lazim dipakai petani sebagai pengendali tikus sawah secara alami.
Laporan Bidik Nasional juga menyebut bantuan meliputi berbagai peralatan mekanisasi pertanian, selain benih dan bibit.
Bagaimana dengan irigasi dan jalan sawah?
Di sisi infrastruktur, bantuan dam parit diberikan kepada Poktan Sri Widodo IV. Jalan Usaha Tani, yaitu jalan penghubung ke lahan pertanian untuk mengangkut sarana produksi dan hasil panen, diserahkan kepada Poktan Sido Makmur III Desa Bangkok.
Jaringan irigasi tersier, yaitu saluran air yang mengalir langsung ke petak sawah, diberikan kepada Poktan Rukun Tani I, Pamarsudi Tani IV, dan Rejeki Tani I.
Sementara itu, bantuan irigasi perpompaan disalurkan kepada delapan poktan: Sari Ayem I, Subur Makmur V, Sri Widodo III, Ngudi Luhur III, Guyup Rukun IV, Sumber Rejeki III, Rukun Tani II, dan Mukti III.
Mengapa bantuan harus lewat kelompok tani?
Bupati Agus menegaskan penyaluran bantuan harus transparan dan tepat sasaran, sehingga diarahkan kepada Poktan maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), bukan perorangan.
“Bantuan pertanian harus diterimakan kepada Poktan maupun Gapoktan. Ini untuk menghindari konflik kepentingan dan memberikan keadilan agar bantuan bisa dimanfaatkan bersama,” ujar Agus, seperti dikutip infojateng.id.
Ia juga meminta petani tidak segan melaporkan kendala pertanian kepada kepala desa atau Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) agar bisa segera ditindaklanjuti Dispertan, seperti dilaporkan Bidik Nasional.
Apa targetnya bagi petani?
Pemkab Boyolali ingin frekuensi panen bertambah. “Pemerintah Kabupaten Boyolali mengupayakan panen bisa tiga kali setahun, yang selama ini baru dua kali. Dengan mengupayakan sumur bor, benih, bibit, peralatan, dan pendampingan, petani harus bisa berdaya,” kata Agus, seperti dikutip Bidik Nasional.
Menurut infojateng.id, Bupati juga memastikan ketersediaan dan harga pupuk bagi petani di Boyolali. Pemkab berupaya agar hasil panen terserap dengan baik, salah satunya melalui Perum Bulog yang akan menerima hasil panen dengan harga yang sesuai.
Kepala Dispertan Boyolali Suyanta menyatakan komitmen untuk terus memberi pelayanan dan pendampingan di lapangan. Camat Karanggede Ruswanto berharap program ini bisa memaksimalkan hasil panen sehingga petani dan keluarganya sejahtera.
Apa selanjutnya?
Petani yang menghadapi kendala di lahan dapat melapor ke kepala desa atau PPL setempat untuk diteruskan ke Dispertan. Informasi program pertanian juga tersedia di laman resmi Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali.
Baca juga
- Pompa Tenaga Surya Bantu Petani Sobokerto Tetap Bertanam saat Kemarau
- Kekeringan Landa 13 Kecamatan Boyolali, 32 Ribu Warga Dapat Air Bersih
- Petani Desa Seboto Boyolali Dilatih Pakai Alat IoT untuk Penyiraman Otomatis






