Pengging Fair 2026 Digelar, Karnaval dan Bazar UMKM Ramaikan Banyudono

Berita12 Views

Boyolali.net — Minggu (4/10/2026) — Pengging Fair 2026 digelar di kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (3/10/2026). Pesta rakyat bertema “Semangat Makarya Sesarengan” itu diramaikan karnaval, panggung hiburan, dan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rangkaian acara tersebut diberitakan TribunSolo menjelang pelaksanaan dan diliput Radar Solo pada hari penyelenggaraan. Menurut Radar Solo, terik matahari tidak menyurutkan antusiasme warga yang memadati gelaran tahunan Kecamatan Banyudono tersebut.

Intinya

  • Pengging Fair 2026 digelar Sabtu (3/10/2026) di kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali.
  • Tema tahun ini adalah “Semangat Makarya Sesarengan”.
  • Acara diisi karnaval, panggung hiburan, serta bazar UMKM.
  • Radar Solo mencatat ada enam panggung hiburan dan 465 stan UMKM lokal.

Karnaval pelajar hingga komunitas

Radar Solo melaporkan, perhelatan diawali parade karnaval yang berangkat dari Kantor Kecamatan Banyudono dan berakhir di panggung utama Alun-alun Pengging. Sepanjang rute, bahu jalan dipenuhi warga yang menonton dari dekat.

Karnaval melibatkan pelajar dari jenjang TK hingga SMA. Mereka menampilkan atraksi Paskibraka, marching band, seni tari, hingga reog. Menurut Radar Solo, berbagai komunitas juga ikut serta, antara lain Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) yang menampilkan peragaan busana sepasang pengantin khas Jawa.

Sementara itu, TribunSolo dalam pratinjau acaranya menyebut kegiatan berlangsung di sepanjang Jalan Raya Pengging. Selain karnaval budaya, panitia menyiapkan festival band dan metal, pagelaran wayang kulit, musik nostalgia, pentas seni anak, serta agenda Explore Pengging untuk mengenalkan potensi kawasan tersebut.

Ratusan stan UMKM dan enam panggung

Kedua media sama-sama menyebut bazar UMKM sebagai bagian dari Pengging Fair 2026. Radar Solo merinci, puncak pesta rakyat itu dimeriahkan enam panggung hiburan interaktif serta 465 stan UMKM lokal.

Bupati Boyolali Agus Irawan, yang membuka acara bersama unsur Forkompimda, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu memutar roda perekonomian warga serta menambah pendapatan pelaku UMKM dan seniman lokal. Ia juga mengajak masyarakat merawat kawasan wisata Pengging.

“Semoga ke depan Pengging Fair bisa terselenggara lebih besar lagi, semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun di luar Boyolali. Semoga kolaborasi antara wisata air dan seni budaya ini mampu membawa nama Pengging semakin bersinar,” ujar Agus seperti dikutip Radar Solo.

Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta memuji konsistensi generasi muda Pengging dalam merawat tradisi. “Harapan kita, selain menjadi media pemersatu warga, kegiatan ini dapat terus mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Susetya kepada Radar Solo.

Berawal dari paguyuban muda-mudi

Ketua Panitia Pengging Fair Yusuf Al Faiza menuturkan kepada Radar Solo bahwa cikal bakal Pengging Fair dicetuskan Paguyuban Muda-Mudi Pengging pada 1967. “Kegiatan ini awalnya lahir sebagai respons untuk meredam perpecahan di kalangan pemuda akibat peristiwa G30S/PKI,” jelasnya.

Menurut TribunSolo, edisi 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan menjaga persatuan dan gotong royong. Adapun laman Visit Jawa Tengah milik Pemprov Jateng mendeskripsikan Pengging Fair sebagai festival seni budaya masyarakat Pengging yang digelar Sabtu siang hingga malam pada akhir Agustus dalam rangka Hari Kemerdekaan. Tahun ini, acara berlangsung pada awal Oktober.

Pengging sendiri dikenal sebagai kawasan bersejarah dan wisata air di Boyolali. Kawasan ini juga punya jejak budaya lain, seperti yang diulas dalam jejak Keraton Surakarta di Pengging, dari masjid hingga tradisi apem, serta kuliner legendaris seperti Sate Kambing Pak Darso.

Informasi penting untuk masyarakat

  • Pengging Fair 2026 sudah digelar pada Sabtu (3/10/2026) di kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono.
  • Menurut Radar Solo, karnaval berangkat dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Alun-alun Pengging.
  • Bazar UMKM menjadi bagian acara; Radar Solo mencatat 465 stan UMKM lokal terlibat.
  • Pengging Fair merupakan agenda tahunan; jadwal edisi berikutnya belum diumumkan dalam sumber yang tersedia.

Apa selanjutnya?

Bupati Agus Irawan berharap Pengging Fair ke depan bisa digelar lebih besar dan makin dikenal di dalam maupun luar Boyolali. Pesta rakyat berbasis desa juga digelar di wilayah lain Boyolali, seperti balap perahu perdana di Desa Wisata Bulu Serang, Kedung Ombo.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *