Boyolali.net — Bagi pelancong yang mencari buah tangan dari Boyolali, susu segar dan olahannya memang paling sering disebut. Namun, ada satu camilan sederhana yang juga kerap masuk daftar oleh-oleh khas Kota Susu: marning, jagung yang digoreng hingga garing.
Marning disebut sebagai salah satu makanan khas Boyolali yang cocok dibawa pulang dalam ulasan detikJateng (2025), IDN Times (2018), dan Terminal Mojok (2020). Ketiganya sama-sama menonjolkan teksturnya yang renyah.
Intinya
- Marning adalah camilan berbahan dasar jagung yang digoreng sampai kering sehingga renyah.
- detikJateng, IDN Times, dan Mojok memasukkan marning dalam daftar kuliner atau oleh-oleh khas Boyolali.
- Menurut IDN Times, marning Boyolali tersedia dalam banyak rasa, dari gurih hingga keju.
- Ada juga varian marning gepuk yang berbentuk seperti keripik.
Jagung goreng yang renyah dan awet
detikJateng menggambarkan marning sebagai camilan tradisional yang cukup populer di Boyolali. Penganan gurih ini dibuat dari jagung dan punya ciri khas tekstur renyah. Menurut media tersebut, proses menggoreng jagung hingga kering membuat marning cukup awet untuk disimpan, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh.
Terminal Mojok dalam ulasan oleh-oleh khas Boyolali selain susu juga menyebut marning sebagai biji jagung yang digoreng sampai garing, sehingga terasa renyah ketika dimakan.
Ragam rasa dan marning gepuk
Marning sebenarnya dikenal sebagai oleh-oleh di sejumlah daerah. IDN Times menyebut yang membuat marning Boyolali istimewa adalah pilihan rasanya. Marning di Boyolali, menurut media itu, punya banyak rasa, seperti gurih, asin, pedas, balado, hingga keju.
Selain marning butiran, Mojok mencatat ada marning gepuk, yaitu marning yang dibuat semacam keripik. Rasanya disebut tidak kalah gurih dengan marning tradisional, dan banyak toko oleh-oleh di Boyolali yang menjualnya.
Dibuat perajin rumahan dan dijual di pasar
Sebagai camilan tradisional, marning banyak dibuat di tingkat rumahan. Dalam tulisan tahun 2020, Mojok menyebut salah satu marning yang dikenal di Boyolali adalah buatan Bu Walimah di Desa Winong. Menurut tulisan itu, marningnya disetorkan ke Pasar Sunggingan dan Pasar Boyolali. Kondisi usaha tersebut saat ini belum terkonfirmasi dalam sumber yang lebih baru.
Bagaimana marning dibuat? Secara umum, jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin (2020) yang membahas usaha marning di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjelaskan marning sebagai olahan jagung yang direbus dengan larutan kalsium hidroksida (kapur), dikeringkan, lalu digoreng. Penjelasan itu bersifat umum dan tidak khusus menggambarkan cara perajin di Boyolali.
Jurnal yang sama mencatat persoalan mutu dan daya simpan menjadi tantangan bagi usaha marning. Dalam kegiatan itu, perajin dikenalkan pada kemasan vakum, oven pengering, dan penyerap oksigen untuk memperpanjang umur simpan produk.
Informasi penting untuk masyarakat
- Menurut sumber yang dirujuk, marning dijual di pasar tradisional dan toko oleh-oleh di Boyolali; ketersediaan dan pilihan rasa bergantung pada penjual.
- detikJateng menyebut marning cukup awet karena jagungnya digoreng sampai kering.
- Data perajin dalam artikel ini berasal dari tulisan 2020 dan bisa sudah berubah.
- Harga tidak dicantumkan karena tidak tersedia dari sumber yang mutakhir.
Apa selanjutnya?
Marning melengkapi deretan kuliner tradisional Boyolali yang tidak berbahan susu, seperti lempok khas Wonosegoro, jadah Selo, dan jenang pecel. Bila berkunjung ke Boyolali, camilan jagung ini bisa menjadi pilihan buah tangan yang ringan dan tahan dibawa perjalanan.
Sumber
- detikJateng – 9 Makanan Khas Boyolali Paling Populer, Banyak yang Cocok untuk Oleh-oleh (24/10/2025)
- IDN Times – 7 Kuliner Khas Boyolali yang Unik dan Enak, Bikin Mendadak Keroncongan (8/11/2018)
- Terminal Mojok – 5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Boyolali selain Susu (23/9/2020)
- Jurnal Dinamika Pengabdian Unhas – Perbaikan Mutu Produk Usaha Jagung Marning “Mawar” di Kabupaten Takalar (Vol. 5 No. 2, Mei 2020)






