Sebagai Kota Susu, Boyolali punya banyak olahan susu sapi yang bisa dibawa pulang. Salah satu yang paling unik adalah tahu susu. Meski bernama tahu, camilan ini tidak dibuat dari kedelai seperti tahu pada umumnya, melainkan dari susu sapi.
Bahannya pun bukan susu sembarangan. Menurut laman Badan Otorita Borobudur (Kemenpar) dan detikJateng, tahu susu dibuat dari susu pertama sapi yang baru melahirkan, atau yang dikenal sebagai kolostrum.
Intinya
- Tahu susu Boyolali dibuat dari susu pertama sapi yang baru melahirkan (kolostrum), bukan dari kedelai.
- Susu ini biasanya tidak laku dijual karena berwarna kekuningan dan berbau amis, sehingga diolah menjadi camilan.
- Pembuatannya sederhana: susu dicampur bumbu, dikukus dalam cetakan, dipotong, lalu digoreng.
- Bisa dicari di pusat oleh-oleh Boyolali atau dibeli secara daring; harga yang tercatat media sekitar Rp5.000 per bungkus dan bisa berubah.
Mengapa memakai susu sapi yang baru melahirkan?
Susu pertama sapi setelah melahirkan memiliki ciri khas. Badan Otorita Borobudur menulis, susu ini biasanya berwarna kuning dan beraroma amis, padahal kandungan gizinya tinggi. Karena tampilannya itu, susu tersebut umumnya tidak laku dijual kepada pengepul atau konsumen.
Agar tidak terbuang, warga Boyolali mengolahnya menjadi camilan. RRI dalam tulisan 25 Agustus 2025 juga menyebut tahu susu dibuat dari kolostrum dan menjadi cara memanfaatkan susu yang tidak terjual itu. Laman Budaya Indonesia mencatat, peternak menambahkan bumbu rempah untuk mengurangi aroma amis susu.
Bagaimana tahu susu dibuat?
Inibaru.id menguraikan cara pembuatan yang sederhana. Susu yang sudah diperah dicampur bumbu tradisional yang dihaluskan, yakni bawang putih, ketumbar, dan garam. Adonan diaduk rata, dituang ke cetakan, lalu dikukus hingga matang.
Setelah dingin, tahu susu dipotong sesuai selera dan digoreng sebelum disantap. Badan Otorita Borobudur dan RRI menyebut produk ini tidak memakai campuran senyawa lain dalam proses produksinya.
Seperti apa rasanya?
Dibanding tahu kedelai, tahu susu bertekstur lebih lembut. detikJateng menggambarkannya gurih dengan aroma susu yang kental. IDN Times menyebut tahu susu Boyolali lebih gurih, creamy, dan lembut.
Liputan6 menambahkan, tekstur tahu susu lembut dan kenyal dengan aroma dan rasa yang lebih manis dari tahu pada umumnya. Sebagian produk bahkan sangat rapuh sehingga bisa hancur saat dipegang, jadi perlu hati-hati saat membawanya sebagai oleh-oleh.
Informasi penting untuk pembeli
- Lokasi: pusat oleh-oleh di Boyolali. IDN Times menyebut tahu susu mudah ditemukan di sekitar Jalan Pandanaran, tempat banyak usaha olahan susu.
- Pembelian daring juga tersedia menurut detikJateng dan Badan Otorita Borobudur, sementara di supermarket produk ini masih jarang.
- Harga: sekitar Rp5.000 per bungkus menurut sejumlah media. Angka ini berasal dari tulisan beberapa tahun terakhir sehingga bisa berubah; tanyakan langsung ke penjual.
Apa selanjutnya?
Tahu susu hanya satu dari deretan olahan susu Boyolali. detikJateng mencatat ada pula stik susu, yoghurt, butter dan ghee, dodol susu, serta keju. IDN Times menyebut keripik susu juga mudah ditemukan. Salah satu produsen keju lokal bisa dibaca di kisah Keju Indrakila.
Untuk oleh-oleh berbahan daging sapi, ada abon sapi khas Boyolali yang lebih tahan lama. Latar belakang mengapa Boyolali identik dengan susu diulas dalam jejak julukan Kota Susu, sedangkan keluarga yang ingin mengenal olahan susu sambil berwisata bisa menengok Cepogo Cheese Park.
Sumber
- detikJateng – 6 Makanan Olahan Susu Khas Boyolali yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh (12/11/2024)
- Badan Otorita Borobudur (Kemenpar) – Tahu Susu Boyolali (27/4/2023)
- RRI – Mengenal Tahu Susu Boyolali (25/8/2025)
- Inibaru.id – Tahu Susu, Olahan Susu Khas Boyolali (23/11/2018)
- IDN Times – 7 Kuliner Khas Boyolali yang Unik dan Enak (8/11/2018)
- Liputan6 – 6 Oleh-Oleh Khas Boyolali, Hasil Olahan Susu dan Daging Sapi Lokal (27/5/2022)
- Budaya Indonesia – Tahu Campur Susu Khas dari Boyolali (5/1/2019)






