BOYOLALI – Petani di Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, mendapat pelatihan menggunakan alat berbasis Internet of Things (IoT). Salah satu fitur yang dikenalkan adalah sistem penyiraman tanaman otomatis.
Pelatihan tersebut digelar mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Seboto Smart Farming.
Penyiraman Diatur Sesuai Kebutuhan Tanaman
Dalam pelatihan, peserta dikenalkan pada fitur-fitur alat IoT yang dikembangkan tim PPK Ormawa HMP PTI UMS, termasuk cara pemakaian dan fungsi tiap fitur.
Penanggung jawab pelatihan, Rifqi Rengga Praseno, menjelaskan fitur penyiraman otomatis memungkinkan tanaman disiram sesuai jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
“Dengan adanya fitur ini, petani dapat terbantu dalam melakukan pengelolaan penyiraman tanpa harus selalu melakukan proses tersebut secara manual,” kata Rifqi, Selasa (22/9/2026), dikutip dari ANTARA.
Bisa Diterapkan di Luar Tanaman Kopi
Alat IoT itu dipakai untuk mendukung budidaya tanaman kopi. Namun, menurut Rifqi, alat tersebut juga bisa disesuaikan untuk jenis tanaman lain. Hal itu turut dibahas dalam pelatihan agar petani mengetahui kemungkinan penerapannya sesuai kebutuhan.
Selama pelatihan, sejumlah peserta aktif bertanya soal fitur lain, fungsi, hingga manfaat alat bagi kegiatan pertanian mereka.
Rifqi berharap program ini tidak berhenti pada pemasangan alat saja.
“Pengenalan fitur dan praktik penggunaan menjadi bagian penting agar teknologi IoT dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani Desa Seboto,” ujarnya.
Foto ilustrasi: bibit kopi. (Geossegawa via Wikimedia Commons, CC BY 4.0)






