BOYOLALI — Belanja ke pasar pekan ini, ibu-ibu rumah tangga di Boyolali masih harus menyiapkan kocek lebih dalam untuk cabai. Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 18 Oktober 2026 menunjukkan harga cabai, terutama cabai rawit merah, masih bertengger tinggi hingga Rp103.800 per kilogram. Kabar baiknya, harga beras terpantau stabil.
Untuk beras, beras kualitas bawah II tercatat Rp14.750 per kilogram dan kualitas bawah I Rp14.900 per kilogram. Beras medium I dibanderol Rp16.650 dan medium II Rp16.450 per kilogram, sedangkan beras super I Rp17.950 dan super II Rp17.400 per kilogram. Stabilnya harga beras tidak lepas dari program stabilisasi pemerintah: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 828.000 ton hingga 24 September lalu, plus tambahan alokasi 74.180 ton yang mulai disalurkan Oktober ini.
Sementara itu, harga cabai masih menjadi beban. Cabai merah besar tercatat Rp75.250 per kilogram, cabai merah keriting Rp87.500, cabai rawit hijau Rp79.750, dan cabai rawit merah menembus Rp103.800 per kilogram. Bawang merah ukuran sedang Rp37.150 per kilogram dan bawang putih Rp38.500 per kilogram. Padahal, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang dimutakhirkan Bapanas per September 2026, stok akhir beras diproyeksikan mencapai 16,06 juta ton dan cabai rawit surplus 60.283 ton.
Baca juga:
- Tips Hemat Belanja Sembako di Pasar Tradisional Boyolali
- Survei KSPN: Gaji Pekerja Lajang Boyolali Idealnya Rp3,5 Juta/Bulan
- UMK Boyolali 2026 Rp2.537.949, Ini Dampaknya bagi Pekerja
Menurut pakar ekonomi pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), kesenjangan antara surplus produksi dan tingginya harga di tingkat konsumen mengindikasikan persoalan tata niaga. Surplus di sentra produksi tidak otomatis membuat harga murah di pasar, karena pemindahan komoditas membutuhkan biaya logistik dan distribusi. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat biaya pengiriman ikut menentukan harga akhir yang dibayar konsumen.
Untuk kebutuhan protein, daging ayam ras segar tercatat Rp40.800 per kilogram, daging sapi kualitas I Rp152.450 dan kualitas II Rp143.450 per kilogram. Telur ayam ras segar Rp29.700 per kilogram. Gula pasir premium Rp20.550 dan gula pasir lokal Rp19.300 per kilogram. Minyak goreng curah Rp20.350 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek dibanderol Rp23.600 hingga Rp24.350 per kilogram.
Bagi warga Boyolali, data nasional ini bisa menjadi acuan sebelum berbelanja. Perlu diingat, harga di pasar-pasar lokal seperti Pasar Sunggingan bisa sedikit berbeda karena menyesuaikan pasokan dan ongkos angkut dari sentra produksi. Agar belanja lebih hemat, buat daftar belanja sebelum berangkat, bandingkan harga antar pedagang, dan manfaatkan momen harga turun untuk menyetok bahan yang tahan lama seperti beras dan minyak goreng.
Sumber: data PIHPS Bank Indonesia per 18 Oktober 2026 (dikutip dari koncodewe.com), agrofarm.co.id, infoekonomi.id, suaragarut.id
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






