Hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa di Selo, Boyolali, akhirnya keluar. Ketua Satgas MBG Boyolali yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, mengungkap hasil lab tersebut pada Kamis (15/10/2026). Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel air, sedangkan kandungan histamin pada udang dinyatakan masih dalam batas normal.
Sebelumnya, sebanyak 34 siswa — terdiri atas 33 siswa SMPN 1 Selo dan satu siswa SMPN 2 Selo — mengalami gejala gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, hingga pusing usai menyantap menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gebyok Selo pada Kamis (10/9/2026). Tiga siswa bahkan harus menjalani rawat inap di Puskesmas Selo. Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, mengatakan kejadian berlangsung sejak Kamis siang hingga sore hari.
Syawalludin menjelaskan sampel yang diperiksa meliputi bahan makanan hingga air yang digunakan dalam pengolahan. Dari hasil lab, kandungan air dari tandon penampungan sebelum masuk pengolahan menunjukkan adanya bakteri E. coli. Sementara untuk sampel udang, parameter yang diuji adalah kandungan histamin dan hasilnya memenuhi syarat alias normal. Meski demikian, penyebab pasti gatal-gatal yang dialami para siswa belum bisa dipastikan oleh Dinas Kesehatan Boyolali.
Baca juga:
- Inafis Polres Boyolali Olah TKP Kebakaran PT Solo Murni, Dugaan Korsleting Listrik dan Kerugian Rp50 Miliar
- Banser Karanggede dan Komunitas Senyum Umat UIN Surakarta Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan di Boyolali Utara
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandiyoko, menjelaskan bahwa standar kandungan E. coli pada air seharusnya nol. Ia menekankan tandon penampungan air sebelum masuk pengolahan harus disiapkan dan diberi perlakuan khusus (treatment) agar bebas bakteri. Menurutnya, mencapai angka nol memang sulit sehingga perlu treatment yang benar, dan hal itu sudah ditekankan kepada pihak SPPG dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Boyolali menyarankan agar menu udang tidak lagi disajikan di wilayah dataran tinggi seperti Selo karena tata kelolanya dianggap kurang pas dan berisiko memicu alergi gatal. Kabar baiknya, kasus tersebut kini dinyatakan sudah clear, dan pihak SPPG Gebyok Selo disebut siap membuka kembali operasionalnya. Saat kejadian, menu yang disajikan adalah nasi, udang renyah saus mentega, tempe kemangi, capcay pakcoy dan jagung, serta potongan buah melon.
Sumber: Solopos/Espos.id, berdasarkan keterangan Ketua Satgas MBG Boyolali M. Syawalludin dan Kepala Dinkes Boyolali FX Kristandiyoko, Kamis (15/10/2026).
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












