BOYOLALI — Teka-teki penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 34 siswa di Kecamatan Selo akhirnya terkuak. Hasil pemeriksaan laboratorium yang diungkap Satuan Tugas (Satgas) MBG Boyolali menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada kandungan air, sementara kadar histamin pada udang dinyatakan masih dalam batas normal.
Temuan ini sekaligus mematahkan dugaan awal bahwa keracunan disebabkan alergi terhadap udang. Sebelumnya, sebagian pihak menduga menu udang crispy saus mentega yang disajikan SPPG Gebyok Selo menjadi biang masalah karena mayoritas korban mengalami gatal-gatal. Hasil lab memastikan histamin pada udang normal, dan mengarahkan perhatian pada kualitas air yang terkontaminasi bakteri E. coli.
Ketua Satgas MBG Boyolali, M. Syawalludin, menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut sebagai jawaban atas pertanyaan yang menggantung lebih dari sebulan terakhir. Ia menegaskan temuan lab akan menjadi dasar evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengadaan dan pengolahan makanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Boyolali.
Baca juga:
- Uji Coba MBG Prasmanan di Boyolali, Siswa Senang Makanan Hangat
- 121 Warga Cepogo Jalani Skrining TBC Gratis, Polsek Kawal Kegiatan dari Pagi hingga Siang
Kasus ini terjadi pada Kamis (10/9/2026) lalu. Puluhan siswa dari dua sekolah menengah pertama di Selo diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang disuplai SPPG Gebyok Selo. Total ada 34 korban — 33 siswa SMPN 1 Selo dan 1 siswa SMPN 2 Selo — dengan keluhan beragam: gatal-gatal, mual, muntah-muntah, sakit perut, dan pusing. Tiga siswa di antaranya sempat dirawat inap di Puskesmas Selo dan kini dalam kondisi stabil.
Menu yang disajikan SPPG Gebyok saat itu terdiri atas nasi, udang crispy saus mentega, tempe kemangi, ca pakcoy dan jagung, serta potongan buah melon. Petugas telah mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium sejak awal kejadian, dan seluruh operasional SPPG Gebyok Selo dihentikan sementara sambil menunggu hasil.
Kasus di Selo bukanlah yang pertama di Boyolali. Sebelumnya, keracunan MBG juga menimpa puluhan siswa dan tenaga kependidikan SMPN 6 Boyolali pada Kamis (20/8/2026). Saat itu sebanyak 96 siswa dan empat tenaga pendidik mengalami gangguan pencernaan, dan hasil lab juga menemukan kontaminasi E. coli pada menu yang disajikan.
Menanggapi hasil lab terbaru ini, masyarakat berharap ada perbaikan nyata dalam tata kelola program MBG di Boyolali. Kualitas bahan baku, kebersihan dapur, dan terutama sumber air yang digunakan untuk memasak harus menjadi perhatian utama agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Pengelola SPPG dan para relawan diimbau memperketat SOP — mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pencucian dengan air bersih yang terjamin, hingga teknik pengolahan dan pendistribusian. Satgas MBG Boyolali menyatakan akan memperketat pengawasan lapangan dan mempercepat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait tindak lanjut status SPPG yang sempat dihentikan operasionalnya.
Sumber: Solopos (Espos.id), “Hasil Lab Kasus MBG di Selo: E. coli Ditemukan, Histamin Udang Normal” (15/10/2026); arsip pemberitaan keracunan MBG Selo (14/9/2026).






