BOYOLALI — Pernah mendengar Boyolali disebut “Kota Susu”? Julukan itu bukan sekadar slogan. Kabupaten di Jawa Tengah ini merupakan salah satu sentra penghasil susu sapi segar terbesar di Indonesia, bahkan dijuluki “New Zealand van Java” karena kemampuannya memproduksi susu dan mengelola peternakan sapi perah.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mencatat produksi susu pada 2024 mencapai 42,75 juta liter. Pada 2025, produksi turun menjadi 37,12 juta liter atau sekitar 13,18 persen, dipengaruhi penurunan populasi ternak hingga pergeseran preferensi peternak. Meski menurun, Boyolali tetap menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan susu nasional.
Sedikitnya ada 10 kecamatan penghasil susu. Musuk menjadi yang terbesar dengan produksi 7 juta liter per tahun, disusul Tamansari 7,1 juta liter, Mojosongo 6,5 juta liter, Selo 4 juta liter, Cepogo 3,6 juta liter, Ampel 3,4 juta liter, Gladagsari 3,3 juta liter, dan Boyolali 1,7 juta liter. Sapi perah umumnya dipelihara di wilayah dataran tinggi yang berudara sejuk, karena sesuai dengan agroklimat sapi perah terkait suhu dan ketinggian.
Baca juga:
- 7 Oleh-Oleh Khas Boyolali yang Wajib Dibawa Pulang
- Umbul Pengging Boyolali, Bekas Pemandian Keluarga Keraton Solo dengan Tiga Kolam Mata Air
- Pendakian Gunung Merbabu via Selo: Panduan Lengkap untuk Pemula
Dari Kandang ke Industri
Sekitar 80 persen susu segar Boyolali diserap industri pengolahan susu (IPS), sedangkan 20 persen sisanya dijual ke pengecer lokal di wilayah Solo Raya. Harga susu di tingkat peternak berkisar Rp8.200 hingga Rp8.600 per liter. Setiap hari, Boyolali mampu menghasilkan lebih dari 80.000 liter susu segar.
Sapi perah yang dikembangkan di Boyolali saat ini umumnya berasal dari wilayah subtropis Australia dan Selandia Baru — dari sinilah julukan “New Zealand van Java” lahir. Boyolali bahkan memiliki patung sapi perah raksasa sebagai ikon daerahnya.
Olahan Susu hingga Agrowisata
Tak berhenti pada susu segar, warga Boyolali mengolahnya menjadi beragam produk bernilai tambah: dodol susu, tahu susu, yoghurt, keju, es krim, permen susu, hingga kerupuk susu. Dodol susu khas Selo, misalnya, dibuat di Dukuh Pentongan, Desa Samiran, dan dijual mulai Rp7.000 hingga Rp10.000 per kotak isi 8 biji.
Bagi wisatawan, pengalaman paling berkesan adalah berkunjung ke Agrowisata Sapi Perah Cepogo. Di sini pengunjung bisa melihat langsung proses pemerahan, mencoba memerah susu sendiri, memberi pakan sapi, hingga mencicipi susu segar dan olahannya — cocok sebagai wisata edukasi keluarga.
Untuk oleh-oleh, pusatnya ada di sepanjang Jalan Pandanaran, Boyolali — salah satunya Outlet Oleh-oleh Susu Boyolali di Jl. Pandanaran No.241B, Banaran. Produk susu dan turunannya mudah ditemukan di toko oleh-oleh di kawasan pusat kota Boyolali.
Sumber: Disnakkan Boyolali melalui Solopos/Espos.id (Januari 2026), kabarjawa.com, jatengtravelguide.info. Data diolah kembali oleh redaksi Boyolali.net.
INFO BELANJA — KLATENSHOP KOSMETIK
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












