Waspada DBD di Musim Hujan: Gejala Awal dan Cara Mencegahnya di Boyolali

Kesehatan46 Views

Musim hujan mulai mengguyur wilayah Kabupaten Boyolali. Selain banjir dan jalan licin, ada satu ancaman kesehatan yang kerap muncul saat curah hujan tinggi: demam berdarah dengue (DBD). Genangan air sisa hujan di sekitar rumah menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi hingga sore hari dan bertelur di air bersih yang tergenang — bak mandi, ember, pot bunga, dispenser, hingga kaleng bekas di pekarangan.

Gejala awal DBD yang wajib diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak yang berlangsung 2–7 hari, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Waspadai fase kritis: demam bisa turun pada hari ke-3 hingga ke-7, tetapi kondisi penderita justru memburuk. Inilah masa paling berbahaya yang membutuhkan pengawasan ketat.

Baca juga:

Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan

Jika demam tinggi tidak kunjung turun lebih dari dua hari, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat di Boyolali. Jangan menunda dan jangan mengobati sendiri dengan obat sembarangan. Selama menunggu pemeriksaan, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup.

Cegah dengan 3M Plus

Pencegahan DBD yang paling efektif adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk melalui gerakan 3M Plus. Pertama, menguras tempat penampungan air secara rutin. Kedua, menutup rapat semua tempat penampungan air. Ketiga, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Langkah “Plus”-nya antara lain menabur bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras, memakai kelambu saat tidur atau obat nyamuk oles, memelihara ikan pemakan jentik di kolam, serta memasang kawat kasa pada ventilasi rumah bila memungkinkan.

Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Upaya individu tidak akan maksimal tanpa gerakan bersama. Warga Boyolali bisa menggiatkan kerja bakti membersihkan selokan, pekarangan, dan sudut-sudut yang berpotensi menampung air hujan. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin di tingkat RT/RW terbukti menekan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Perhatikan juga kebersihan di dalam rumah: ganti air vas bunga dan tempat minum hewan peliharaan secara berkala, serta jangan membiarkan pakaian bergantungan terlalu lama karena menjadi tempat favorit nyamuk bersembunyi.

DBD bisa menyerang siapa saja, tetapi bisa dicegah dengan kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari rumah sendiri, lalu ajak tetangga — lingkungan bersih, nyamuk pun enggan datang.

Sumber: Kemenkes RI — panduan umum pencegahan demam berdarah dengue. Artikel edukasi kesehatan.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *