BOYOLALI — Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki “pembunuh diam-diam” karena gejalanya kerap tak terasa hingga komplikasi muncul. Risikonya meningkat setelah usia 35 tahun, terutama bagi pekerja yang jarang berolahraga dan sering kurang tidur. Mengenali tanda awal menjadi langkah penting agar warga bisa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tekanan darah dinyatakan tinggi bila hasil pengukuran mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Gejala yang sering diabaikan antara lain sakit kepala berulang terutama di pagi hari, leher terasa tegang atau kaku, mudah lelah, jantung berdebar, serta mimisan tanpa sebab yang jelas. Namun perlu diingat, banyak penderita hipertensi tidak merasakan gejala sama sekali — satu-satunya cara memastikan kondisi tubuh adalah mengukur tekanan darah secara rutin.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Faktor risikonya meliputi konsumsi garam berlebihan, merokok, obesitas, stres berkepanjangan, kurang aktivitas fisik, dan riwayat keluarga. Pekerja usia 35 tahun ke atas yang duduk lama di depan layar komputer termasuk kelompok yang perlu waspada.
Baca juga:
- Kebiasaan Sederhana Menjaga Kesehatan Jantung bagi Pekerja 35+
- Cek Kolesterol di Puskesmas Boyolali: Biaya dan Prosedurnya
- Ciri-ciri Asam Urat Kambuh dan Makanan yang Wajib Dihindari
Batasi Garam dan Perbanyak Gerak
Langkah paling mudah menekan risiko hipertensi adalah membatasi asupan garam maksimal satu sendok teh per hari, memperbanyak sayur dan buah, serta mengurangi gorengan dan makanan cepat saji. Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, misalnya jalan cepat atau bersepeda santai, terbukti membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
Kelola stres dengan tidur cukup tujuh hingga delapan jam setiap malam. Kurangi rokok dan batasi konsumsi kafein. Bagi yang sudah terdiagnosis hipertensi, minumlah obat sesuai anjuran dokter dan jangan berhenti sendiri meskipun merasa sudah sehat.
Rutin Cek Tekanan Darah di Puskesmas
Warga Boyolali dapat memeriksakan tekanan darah di puskesmas, posyandu, atau apotek yang menyediakan layanan pengukuran. Pemeriksaan rutin setidaknya sebulan sekali dianjurkan bagi usia 35 tahun ke atas. Catat hasil pengukuran agar tenaga medis bisa melihat tren tekanan darah dari waktu ke waktu.
Apabila hasil pengukuran berulang menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Hasil bisa berbeda pada tiap orang; konsultasikan ke dokter bila keluhan berlanjut.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps
Sumber: kemkes.go.id — Selasa, 20 Oktober 2026


