BOYOLALI — Karpet di ruang keluarga atau kamar tidur sering kali menjadi bagian rumah yang paling cepat kotor. Debu dari jalan, remah makanan, bulu hewan peliharaan, hingga jejak kaki yang lembap saat musim hujan membuat karpet kusam, berdebu, dan menimbulkan bau. Padahal, dengan perawatan yang tepat, karpet bisa tetap bersih, nyaman dipijak, dan awet bertahun-tahun.
Di Boyolali yang kini memasuki musim hujan, karpet justru lebih rentan lembap. Air yang terbawa dari luar dan udara yang kurang kering bisa memicu jamur serta tungau, sehingga merawat karpet juga soal kesehatan penghuni rumah.
Kabar baiknya, merawat karpet tidak harus mahal atau merepotkan. Kuncinya adalah perawatan rutin dan penanganan yang cepat begitu ada noda. Berikut tujuh cara merawat karpet agar tetap bersih dan awet di rumah warga Boyolali.
Baca juga:
- Gorden Cepat Kusam? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Rapi di Boyolali
- Handuk Cepat Bau? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Lembut di Boyolali
- Sandal Jepit Cepat Putus? 7 Cara Merawatnya agar Awet di Boyolali
1. Vakum karpet secara rutin
Vakum karpet minimal dua kali seminggu, dan lebih sering bila rumah berada di pinggir jalan berdebu atau ada hewan peliharaan. Gerakkan vakum perlahan dengan pola menyilang agar debu yang terperangkap di serat ikut terangkat. Jangan lupa vakum bagian bawah karpet sesekali, karena debu juga mengendap di sana.
2. Segera bersihkan noda begitu muncul
Noda kopi, kuah, atau lumpur akan semakin sulit dibersihkan bila dibiarkan mengering. Segera serap cairan dengan kain bersih atau tisu, tekan perlahan, jangan digosok karena bisa mendorong noda makin dalam. Setelah itu, bersihkan dengan air bersih sedikit demi sedikit, lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan.
3. Jemur dan angin-anginkan karpet
Setidaknya sebulan sekali, jemur karpet di tempat teduh yang berangin, bukan di bawah terik matahari langsung terlalu lama agar warna tidak cepat pudar. Menjemur membantu mengurangi kelembapan, bau apek, dan tungau. Saat musim hujan, cukup gantung karpet di ruangan berventilasi baik dengan kipas angin.
4. Pasang keset di pintu masuk
Sebagian besar kotoran karpet berasal dari alas kaki. Letakkan keset di setiap pintu masuk dan biasakan anggota keluarga melepas alas kaki sebelum masuk. Kebiasaan sederhana ini bisa memangkas debu yang masuk rumah secara drastis dan membuat karpet jauh lebih awet.
5. Cuci sesuai bahan karpet
Karpet wol, katun, dan sintetis punya cara cuci yang berbeda. Baca label perawatan sebelum mencuci, dan hindari deterjen keras untuk karpet wol. Untuk karpet besar yang sulit dicuci sendiri, manfaatkan jasa cuci karpet profesional satu hingga dua kali setahun agar seratnya tetap terjaga.
6. Jaga karpet dari lembap dan jamur
Saat musim hujan, pastikan lantai di bawah karpet tidak lembap. Bila terasa lembap, angkat karpet dan keringkan lantainya. Taburkan baking soda pada karpet, diamkan sekitar 30 menit, lalu vakum untuk membantu menyerap bau. Bila sudah muncul bercak jamur, segera cuci dan keringkan total sebelum dipakai lagi.
7. Putar posisi dan simpan dengan benar
Putar posisi karpet setiap beberapa bulan agar bagian yang sering terinjak tidak cepat tipis dan warnanya tidak belang. Bila karpet tidak dipakai, gulung dengan arah serat ke dalam, bungkus dengan kain, dan simpan di tempat kering. Hindari menumpuk barang berat di atas karpet yang sedang disimpan.
Dengan tujuh langkah di atas, karpet di rumah warga Boyolali bisa tetap bersih dan nyaman meski dipakai setiap hari. Perawatan rutin jauh lebih murah daripada sering mengganti karpet baru.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






