Keluarga Nugroho (33), warga Dukuh Lemahbang, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, kini menanti itikad baik dari pengemudi yang menabraknya hingga tewas pada Rabu (28/10/2026) dini hari. Nugroho menjadi korban tabrak lari saat mengantar istrinya, Ika, bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Jalan Embarkasi, timur Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat kejadian, Ika melaju di depan dengan sepeda motor Supra, sementara Nugroho mengikutinya dari belakang dengan Honda Scoopy merah. Ika sempat terserempet dan terjatuh, namun tidak mengalami luka serius. Nugroho tergeletak di jalan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit.
Warga sekitar, Zuriyah, mengaku mendengar teriakan istri korban menjelang subuh. Saat keluar rumah, ia melihat korban sudah tergeletak di bawah tiang kabel WiFi. Kakak korban, Iwan Susilo (40), menceritakan bahwa keluarga menerima kabar duka sekitar pukul 03.30 WIB. Korban sempat dibawa ke RS UNS Kartasura, namun nyawanya tidak tertolong, dan dimakamkan pada siang harinya sekitar pukul 11.00 WIB.
Baca juga:
- Pria Ngemplak Tewas Ditabrak Lari Saat Antar Istri Kerja di SPPG
- 3 Mobil Tabrakan Beruntun di Tanjakan Flyover Kiringan Boyolali
- Truk Pecah Ban di Tol Semarang–Solo KM 490 Boyolali, PJR Sigap Bantu
Keluarga Hanya Minta Pengemudi Bertanggung Jawab
Ayah mertua korban, Suparno (55), mengatakan Ika sempat menelepon ibunya tidak lama setelah kejadian. Kepada keluarga, Ika menceritakan apa yang dialaminya di jalan. Suparno menegaskan keluarga tidak menuntut apa pun selain satu hal: pengemudi yang menabrak Nugroho ditemukan dan mau bertanggung jawab.
Harapan senada disampaikan Iwan Susilo. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan identitas pengemudi diungkap, agar keluarga mendapat kejelasan. Bagi keluarga, kejelasan dan tanggung jawab itu lebih penting daripada tuntutan lainnya.
Gambar CCTV dan Batas yang Sudah Diketahui
Keluarga mengaku memperoleh gambar dari kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan mobil yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Menurut keterangan keluarga, kendaraan itu berjenis mobil keluarga, namun nomor pelatnya tidak terlihat jelas dalam gambar. Perlu ditegaskan, keterangan soal mobil itu berasal dari keluarga korban, bukan kesimpulan resmi kepolisian.
Dari sisi penanganan, Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sepeda motor Scoopy korban sebagai barang bukti. Hingga laporan lanjutan ini ditulis, identitas pengemudi maupun nomor kendaraan yang menabrak korban belum diketahui secara resmi. Media detikJateng menyatakan sudah mencoba menghubungi Kasatlantas dan Kapolres Boyolali, namun belum ada konfirmasi resmi hingga berita itu ditulis.
Bagi pengendara atau warga yang melintas di sekitar Jalan Embarkasi Donohudan pada Rabu dini hari dan mengetahui sesuatu tentang kejadian ini, keluarga berharap informasi itu disampaikan kepada Satlantas Polres Boyolali. Satu keterangan saksi bisa menjadi kunci untuk menemukan pengemudi yang dicari.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps
Sumber: Tribun Solo dan detikJateng, Rabu 28 Oktober 2026.






