BOYOLALI – Pelaku penembakan terhadap tukang tambal ban Panji Suherman (23) di Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, hingga kini masih buron. Tim Satreskrim Polres Boyolali terus menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan penyelidikan terus berjalan. Selain memeriksa CCTV, polisi juga menggali keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Pandanaran, Kampung Ngrancah Wetan, RT 3/RW 11, tak jauh dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali.
“Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap orang yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut,” kata Indra, Selasa (13/10/2026).
Baca juga:
- Seusai Operasi, Tukang Tambal Ban Korban Penembakan di Boyolali Dapat 10 Jahitan
- Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK, Polisi Buru Pelaku
- Safari Kamtibmas, Wakapolres Boyolali Ajak Jemaat GKJ Aktifkan Siskamling dan Tertib Berlalu Lintas
Peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Saat itu Panji sedang beristirahat di bengkel tambal ban miliknya sambil bermain telepon genggam. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal bermasker datang menghampirinya, menodongkan senjata yang diduga jenis airsoft gun, lalu melepaskan lima tembakan.
Seorang warga sekitar mengaku melihat seorang pria tak dikenal mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm datang ke kios tambal ban tersebut. Sekitar sepuluh menit kemudian, korban berlari keluar dalam kondisi berdarah dan meminta pertolongan warga. Panji mengaku tidak mengenali pelaku karena wajahnya tertutup masker. Usai menembak, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor matik putih tanpa pelat nomor.
Korban selamat setelah menjalani operasi dan mendapat 10 jahitan; salah satu proyektil sempat bersarang di pipi kirinya. Petugas kepolisian mengamankan tiga butir peluru gotri yang diduga berasal dari senjata pelaku sebagai barang bukti.
Motif penembakan hingga kini masih misterius. Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan korban, polisi belum menemukan indikasi pencurian atau perampokan dalam peristiwa tersebut. Tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang. “Dugaan perampokan belum mengarah pada temuan penyidik sejauh ini,” ujar Indra.
Panji berharap polisi segera menangkap pelaku agar motif penembakan yang dialaminya terungkap. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut segera melapor ke Bhabinkamtibmas terdekat atau Call Center Polri 110.
Sumber: PeristiwaSolo.com, Solopos.






