UMK Boyolali 2026 Tak Lagi Cukup Beli 1 Gram Emas, Dulu Bisa 2 Gram Lebih

Ekonomi47 Views

BOYOLALI – Daya beli upah minimum di Kabupaten Boyolali kian tergerus oleh laju harga emas. Data lima tahun terakhir menunjukkan, gaji satu bulan sebesar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali 2026 kini bahkan tidak lagi cukup untuk membeli satu gram emas batangan Antam. Padahal, lima tahun lalu jumlah upah yang sama bisa ditukarkan dengan lebih dari dua gram emas.

Perbandingan yang dihimpun Solopos berdasarkan harga emas Antam per 12 Oktober 2026 dan data UMK lima tahun terakhir memperlihatkan tren penurunan daya beli yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada 11 Oktober 2021, harga emas Antam Rp917.714 per gram dan UMK Boyolali Rp2 juta, sehingga gaji satu bulan bisa dibelikan 2,17 gram emas.

Setahun kemudian, pada 24 Oktober 2022, harga emas naik menjadi Rp943.142 per gram dengan UMK Rp2.010.299 — pekerja masih bisa membeli lebih dari dua gram emas. Tren penurunan mulai terasa pada 16 Oktober 2023 ketika harga emas Rp1.102.000 per gram dan UMK Rp2.155.712, sehingga gaji sebulan hanya bisa ditukar hampir dua gram emas.

Baca juga:

Penurunan berlanjut pada 14 Oktober 2024. Harga emas Rp1.499.000 per gram dengan UMK Rp2.250.327 — gaji satu bulan tinggal bisa dibelikan 1,5 gram emas. Pada 13 Oktober 2025, harga emas Rp2.385.571 per gram nyaris menyamai UMK Rp2.396.593, sehingga gaji sebulan hanya cukup membeli satu gram emas dengan sisa sedikit.

Puncaknya terjadi tahun ini. Per 12 Oktober 2026, harga emas Antam Rp2.594.000 per gram melampaui UMK Boyolali 2026 yang sebesar Rp2.537.949. Artinya, pekerja yang menerima upah sesuai UMK harus menambah dana sendiri untuk bisa membeli satu gram emas. Harga emas bahkan sempat menembus Rp3.072.000 per gram pada 2 Maret 2026 sebelum berangsur turun.

Kondisi ini dirasakan langsung warga. Nadiyya Firda, 30, warga Boyolali, menuturkan saat harga emas masih Rp1,6 juta ia bisa menabung emas setiap tiga bulan sekali dari gaji yang disisihkan tiap bulan. Kini, selain harga emas yang mahal, kebutuhan anak membuat tabungan emas tak lagi terjangkau.

“Sekarang daripada beli ayam begitu ya mending beli tempe. Daging ayam misal Rp39.000 per kilogram sehari masak, beli tempe segitu bisa buat sepekan lebih,” ujar Nadiyya. Ia juga mengeluhkan kenaikan harga beras, minyak goreng, hingga bahan bakar: Pertamax yang dulu Rp12.000 per liter kini Rp16.000 atau naik sekitar 30 persen. Nadiyya berharap kenaikan UMK Boyolali 2027 bisa mencapai 33 persen agar menutup kenaikan BBM.

Warga lain, Sulastri, 49, mengaku harus memutar otak membagi kebutuhan rumah tangga. Uang Rp100.000 kini terasa tak banyak berarti. Ia sampai mengurangi konsumsi nasi — pagi hari diganti singkong atau umbi-umbian dari ladang, nasi hanya untuk bekal siang dan sore. Emas terakhir ia beli pada 2024; sebelumnya ia rutin membeli setidaknya setahun sekali jelang Lebaran. “Semoga sih UMK bisa naik tapi harga-harganya bisa turun,” katanya.

Menjelang pergantian tahun, pembahasan kenaikan UMK kembali tak terhindarkan. Bagi pekerja di Boyolali, besarnya kenaikan UMK 2027 kelak akan sangat menentukan apakah daya beli mereka bisa mengejar harga-harga kebutuhan yang terus merangkak naik.

Sumber: Solopos/Espos.id — “Nasib UMK Boyolali: Dulu Bisa Beli Emas 2 Gram, Sekarang 1 Gram pun Tak Dapat”, Selasa 13 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *