QRIS untuk UMKM Boyolali: Cara Daftar dan Terima Pembayaran Nontunai di Warung dan Pasar

Bisnis41 Views

BOYOLALI – Pembayaran tanpa uang tunai kini bukan lagi milik toko besar di kota. Pedagang kaki lima, warung kopi, hingga penjual sayur di pasar tradisional Boyolali pun bisa menerima bayaran digital hanya dengan selembar stiker kode QR. Sistemnya bernama QRIS, dan cara mendaftarnya jauh lebih mudah dari yang dibayangkan banyak pelaku UMKM.

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS menyatukan berbagai aplikasi pembayaran dalam satu kode — mulai dari mobile banking bank mana pun hingga dompet digital populer. Artinya, pedagang hanya butuh satu kode QR untuk menerima bayaran dari semua pelanggan, apa pun aplikasinya.

Bagi pelaku usaha kecil, manfaatnya terasa langsung. Tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian, risiko menerima uang palsu berkurang, dan setiap transaksi tercatat otomatis sehingga memudahkan pembukuan harian. Pelanggan pun makin nyaman, terutama generasi muda yang jarang membawa uang tunai.

Baca juga:

Lantas, bagaimana cara pedagang mendapatkan QRIS? Langkah pertama, siapkan dokumen dasar berupa KTP dan nomor rekening bank atas nama sendiri atau nama usaha. Kedua, daftar melalui aplikasi mobile banking bank yang digunakan, atau melalui penyedia jasa pembayaran resmi yang melayani pendaftaran QRIS untuk UMKM. Petugas bank biasanya juga melayani pendaftaran langsung di kantor cabang terdekat.

Setelah data terverifikasi, pedagang akan menerima kode QR beserta stiker atau standing akrilik yang bisa dipajang di etalase, meja kasir, atau gerobak dagangan. Proses aktivasi umumnya hanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja. Setelah aktif, setiap pembayaran yang masuk akan memunculkan notifikasi di ponsel pedagang — pastikan selalu memeriksa notifikasi tersebut sebelum menyerahkan barang.

Ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai. Modus penipuan yang kerap menimpa pedagang adalah stiker QR palsu yang ditempel menutupi kode asli, sehingga uang pelanggan mengalir ke rekening penipu. Karena itu, periksa stiker QRIS secara berkala dan segera laporkan ke bank bila ada yang mencurigakan. Jangan pernah membagikan kode OTP atau kata sandi mobile banking kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak bank.

Dengan QRIS, warung dan lapak di Boyolali bisa naik kelas: terlihat lebih profesional, transaksi tercatat rapi, dan siap melayani pelanggan dari berbagai kalangan. Di era serba digital ini, kemampuan menerima pembayaran nontunai bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan agar usaha kecil tetap bersaing.

Sumber: Bank Indonesia (bi.go.id), kanal edukasi QRIS nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *