BOYOLALI — Memasuki musim hujan, selimut menjadi perlengkapan tidur yang paling sering dipakai warga Boyolali. Sayangnya, selimut yang dipakai setiap malam justru sering menimbulkan bau apek, apalagi bila jarang dicuci dan sulit kering karena cuaca mendung.
Bau pada selimut umumnya berasal dari kelembapan yang terperangkap di serat kain, sisa keringat, dan debu yang menumpuk. Bila dibiarkan, bau tersebut tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga bisa memicu gatal dan bersin, terutama bagi anak-anak dan penderita alergi debu.
Kabar baiknya, selimut tetap bisa awet, hangat, dan wangi tanpa harus sering-sering membawanya ke laundry. Kuncinya ada pada cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpan yang tepat sesuai bahan selimut.
Baca juga:
- Bantal Cepat Kempes? 7 Cara Merawatnya agar Tetap Empuk di Boyolali
- Gorden Cepat Kusam? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Rapi di Boyolali
- Handuk Cepat Bau? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Lembut di Boyolali
1. Cuci selimut secara berkala
Cuci selimut setidaknya sebulan sekali, atau dua minggu sekali bila dipakai setiap malam. Gunakan detergen lembut dan air dingin atau hangat sesuai label perawatan, agar serat tidak cepat rusak dan warna tidak mudah pudar.
2. Jangan rendam terlalu lama
Merendam selimut berjam-jam justru membuat bau apek makin menempel. Cukup rendam 15–30 menit, lalu cuci seperti biasa. Untuk selimut bulu atau tebal, sebaiknya cuci di mesin berkapasitas besar atau bawa ke laundry.
3. Keringkan sampai benar-benar kering
Ini kunci terpenting di musim hujan. Selimut yang masih lembap lalu dilipat adalah sumber bau apek. Jemur di tempat berangin, dan bila perlu gunakan kipas angin atau pengering. Pastikan tidak ada bagian dalam yang masih lembap sebelum disimpan.
4. Angin-anginkan tiap pagi
Setiap pagi, bentangkan selimut di atas tempat tidur atau gantung sebentar di dekat jendela. Sirkulasi udara membantu mengusir kelembapan semalaman dan membuat selimut terasa lebih segar saat dipakai lagi.
5. Simpan di tempat kering dan berventilasi
Saat tidak dipakai, simpan selimut dalam wadah kain berpori, bukan plastik tertutup rapat yang memerangkap lembap. Tambahkan kapur barus atau pewangi lemari secukupnya, dan hindari menumpuk selimut di lantai yang dingin dan lembap.
6. Jaga kebersihan tempat tidur
Seprai, sarung bantal, dan kasur yang jarang dibersihkan ikut menyumbang bau pada selimut. Ganti seprai seminggu sekali dan jemur bantal secara berkala agar seluruh perlengkapan tidur tetap bersih.
7. Pisahkan selimut yang basah atau kotor
Selimut yang terkena tumpahan air, makanan, atau dipakai anak yang sedang sakit sebaiknya langsung dicuci, jangan dicampur dengan selimut bersih. Noda yang dibiarkan akan meninggalkan bau yang sulit hilang.
Dengan perawatan rutin, selimut bisa bertahan bertahun-tahun tanpa kehilangan kehangatan dan kelembutannya. Tidur pun jadi lebih nyenyak, meski hujan turun sepanjang malam di Boyolali.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












