Tengkleng Boyolali: Kuliner Tulang Kambing Legendaris dari Pengging

Wisata64 Views

BOYOLALI — Boyolali tidak hanya dikenal sebagai Kota Susu dan surganya wisata lereng Merapi. Kabupaten di jantung Jawa Tengah ini juga menyimpan kuliner legendaris yang wajib dicoba: tengkleng Boyolali. Seporsi sup tulang kambing berkuah rempah ini punya cita rasa gurih yang khas dan sejarah panjang yang menarik.

Bagi yang belum tahu, tengkleng adalah sup dengan bahan utama tulang kambing — iga, tulang punggung, hingga kaki — yang masih menempel sedikit daging. Tulang-tulang itu direbus lama hingga kaldunya keluar, lalu dibumbui rempah seperti kunyit, jahe, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan serai hingga menghasilkan kuah bening kekuningan yang harum.

Sejarah tengkleng Boyolali: dari dapur Kraton Pengging

Baca juga:

Konon, asal-usul tengkleng tak bisa dilepaskan dari cerita para tetua di Solo: pada zaman dulu hanya bangsawan dan orang Belanda yang bisa menikmati daging kambing. Bagian kepala, kaki, dan tulang hanya tersisa untuk para pekerja dan juru masak. Dengan akal dan kreativitas, tulang-tulang yang masih menempel sedikit daging itu dimasak menjadi hidangan yang lezat — itulah cikal bakal tengkleng.

Yang menarik, Wikipedia mencatat bahwa masakan ini berasal dari Boyolali, lebih tepatnya kawasan Kraton Pengging. Pada masa itu, wilayah Kasunanan Surakarta menjadi kota yang ramai, sehingga banyak orang dari wilayah Pengging, Boyolali, yang menjajakan olahan kambing di Solo. Tak heran bila cita rasa tengkleng dari daerah Pengging disebut paling enak dan otentik.

Cara memasak tengkleng yang empuk

Kunci kelezatan tengkleng ada pada proses merebus tulang yang lama. Tulang kambing direbus hingga sumsum dan kaldunya keluar sempurna, membuat kuahnya gurih alami tanpa banyak tambahan penyedap. Bumbu halusnya sederhana — bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, dan ketumbar — ditambah rempah daun seperti serai, daun salam, dan daun jeruk.

Ada dua versi tengkleng yang umum ditemui: tengkleng kuah bening yang segar, dan tengkleng kuah santan yang lebih gurih dan kental. Keduanya sama-sama nikmat disantap selagi hangat dengan nasi putih, ditambah taburan bawang goreng dan sambal. Sensasi menggigit tulang dan menyeruput kuahnya inilah yang membuat banyak orang ketagihan.

Mencicipi tengkleng di Boyolali

Di Boyolali, tengkleng mudah ditemukan di warung sate dan gulai kambing. Salah satu yang pernah diulas media adalah Warung Sate Kambing Mbak Suli di Jalan Pandanaran, Boyolali — sekitar 7 menit dari Alun-alun Boyolali — yang menyajikan menu andalan tengkleng seger selain sate kambing bakar dan gule. Pengelolanya menyebut kuahnya segar dengan perpaduan rasa gurih, asam, manis, dan pedas.

Ada pula Sate Kambing Mbah Bagong di Winong, Kecamatan Boyolali, tepat di jalur strategis Magelang–Boyolali, yang menyajikan tengkleng sebagai salah satu menu andalannya dengan suasana asri khas pedesaan. Umumnya, seporsi tengkleng di Boyolali dibanderol belasan ribu hingga tiga puluhan ribu rupiah — ramah di kantong untuk kuliner selezat ini.

Jadi, kalau sedang melintas atau berwisata di Boyolali, jangan pulang sebelum mencicipi tengkleng. Kuliner tulang kambing legendaris dari Pengging ini adalah bukti bahwa dari bahan yang sederhana pun bisa lahir hidangan yang melegenda.

Sumber: Wikipedia (Tengkleng), obnews.co/TribunSolo, boyolali.pelita.web.id. Artikel evergreen — Jumat, 23 Oktober 2026.


Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *