Boyolali.net – Riuh aktivitas musim haji di Embarkasi Solo tahun ini menyimpan cerita membahagiakan bagi Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia.
Di tengah kesibukannya melayani ribuan jemaah calon haji di Asrama Haji Donohudan (AHD) Ngemplak, perempuan asal Magelang itu justru menerima hadiah besar dalam hidupnya.
Nabiila resmi dilantik menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Haji dan Umrah.
Pelantikan itu berlangsung sederhana namun penuh makna.
Bukan di aula megah atau kantor pemerintahan, Nabiila mengikuti prosesi pengangkatan secara daring dari lokasi tugasnya melayani para calon tamu Allah.
Di sela operasional haji yang padat, kabar tersebut datang seperti jawaban atas perjalanan panjang yang telah ia tempuh sejak mengikuti seleksi CPNS formasi 2024 di lingkungan Kementerian Agama.
“Kami sebelumnya proses CPNS dari Kementerian Agama pada tahun 2025, tepatnya pada bulan Mei,” ujarnya.
Bukan tentang Pengabdian Semata
Bagi Nabiila, musim haji kali ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga tentang keberkahan.
Ia percaya, apa yang diraihnya hari ini tak lepas dari keikhlasan dirinya dan rekan-rekan dalam melayani jemaah.
“Alhamdulillah, karena kesempatan ini. Mungkin keberkahan itu didapat dari rasa ikhlas dan sabarnya saya dan teman-teman untuk melayani jemaah haji,” katanya.
Perempuan muda itu mengaku sempat tak menyangka akan menerima kabar bahagia di tengah kesibukan operasional haji yang melelahkan.
Namun justru di saat itulah, ia merasa mendapat hadiah paling istimewa.
“Kami mendapatkan kabar yang sangat gembira di tengah-tengah masa operasional, kami melayani tamu-tamu Allah, kami menerima hadiah yang luar biasa,” ucapnya.
Rasa syukur pun tak henti ia panjatkan. Nabiila menyebut keberhasilannya menjadi PNS bukan semata hasil perjuangannya sendiri, melainkan juga doa orang tua dan para guru yang selama ini mendukung langkahnya.
“Saya bersyukur kepada Allah, karena tanpa ridho Allah, dan ridho orang tua dan guru saya, tidak bisa di titik ini,” ungkapnya.
Bukan Perjalanan Singkat
Perjalanan menuju status ASN itu juga tidak singkat.
Nabiila mengatakan seluruh tahapan seleksi dan administrasi telah ia jalani sesuai prosedur, mulai dari proses CPNS hingga melengkapi persyaratan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Saya bisa melalui CPNS, kami bisa melalui semua prosedur, syarat-syarat dari BKN kami sudah melengkapi semuanya, akhirnya kami bisa menerima SK PNS,” jelasnya.
Tak sendiri, Nabiila menyebut ada delapan rekan lainnya di Jawa Tengah yang juga menerima SK sebagai PNS di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Di tengah musim haji yang penuh pengabdian, mereka merasakan kebahagiaan yang sama.
“Satu di kantor wilayah Jawa Tengah, tujuh lainnya di kabupaten/kota di Jawa Tengah,” pungkasnya.






