BOYOLALI — Tiga pendaki yang sempat terpisah dari rombongan pendaki ilegal Gunung Merapi akhirnya ditemukan dan diamankan petugas pada Minggu (1/11/2026). Dengan demikian, seluruh 14 orang yang nekat mendaki lewat Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, kini sudah diamankan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM).
Kepala BTNGM Heri Wibowo menjelaskan, sebelas pendaki diamankan petugas pada Sabtu (31/10/2026) sore, sedangkan tiga orang lainnya ditemukan dan diamankan pada Minggu. Informasi awal mengenai keberadaan rombongan tersebut berasal dari laporan warga Desa Klakah yang curiga melihat sekelompok orang memasuki kawasan gunung melalui jalur yang tidak diperbolehkan.
Keempat belas pendaki itu berasal dari berbagai daerah, antara lain Sragen, Bantul, Boyolali, Grobogan, Sleman, Temanggung, Kalimantan, Yogyakarta, Solo, dan Magelang. Rentang usia mereka cukup beragam, mulai dari remaja hingga orang dewasa, yakni 15 hingga 46 tahun.
Baca juga:
- 14 Remaja Nekat Daki Merapi via Selo Boyolali, 11 Diamankan Petugas
- Kuota Pendakian Merbabu Dibatasi 75 Persen Mulai November 2026
Setelah diamankan, seluruh pendaki akan menjalani pemanggilan dan pemeriksaan di kantor BTNGM. Heri menyampaikan, proses tersebut dilakukan terlebih dahulu sebelum penentuan sanksi terhadap para pelanggar. “Balai Taman Nasional Gunung Merapi RPTN wilayah Selo mengamankan rombongan pendaki ilegal yang mendaki Gunung Merapi melalui Desa Klakah, Kecamatan Selo,” ujar Heri.
BTNGM kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan terlarang di sekitar puncak gunung. Aktivitas pendakian maupun kegiatan lainnya tidak diperbolehkan dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi selama pembatasan masih berlaku. Jalur pendakian Merapi sendiri sudah ditutup sejak 2018 karena aktivitas vulkanik gunung itu masih berada pada Level III atau Siaga.
Bagi warga Boyolali, terutama di wilayah Selo yang menjadi pintu masuk pendakian, imbauan ini patut diperhatikan. Heri menyebut jumlah pendaki ilegal di Gunung Merapi sepanjang 2026 diperkirakan sudah mendekati 100 orang. Laporan warga terbukti berperan penting, karena rombongan terbaru ini pun terungkap berkat kecurigaan warga Desa Klakah.
Penutupan jalur pendakian bukan tanpa alasan. Pada status Siaga, aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dan belum stabil, sehingga risiko bagi siapa pun yang memasuki kawasan terlarang sangat besar. Petugas gabungan pun terus melakukan patroli di jalur-jalur tidak resmi, termasuk jalur Klakah di Selo, untuk mencegah pendakian ilegal berulang.
Sumber: Detikcom via BSI News, Senin 2 November 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






