DPC PPP Boyolali 2026–2031 Terbentuk, Target Dua Kursi DPRD 2029

Politik49 Views

BOYOLALI — Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Boyolali untuk masa bakti 2026–2031 resmi terbentuk. Kepengurusan baru ini dipimpin Zaenal Halimi, yang selama ini dikenal sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Boyolali.

Dalam menjalankan roda organisasi, Zaenal didampingi Agung Budiyanto sebagai sekretaris dan M. Sarman sebagai bendahara. Terbentuknya kepengurusan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan PPP di Boyolali, terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Zaenal mengakui, dalam beberapa waktu terakhir kiprah PPP di Boyolali belum begitu terlihat di tengah masyarakat. Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kepengurusan baru untuk melakukan konsolidasi, memperkuat struktur organisasi, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang Ka’bah tersebut.

Baca juga:

Target Dua Kursi DPRD Boyolali pada Pemilu 2029

Salah satu target utama kepengurusan DPC PPP Boyolali periode 2026–2031 adalah meraih dua kursi di DPRD Kabupaten Boyolali pada Pemilu 2029. Target itu menjadi tantangan tersendiri, mengingat partai ini perlu kembali memperkuat basis dukungan dan meningkatkan aktivitas politiknya di tingkat lokal.

Menurut Zaenal, target tersebut harus disiapkan sejak dini melalui kerja organisasi yang terarah dan berkelanjutan. Persiapan tidak cukup dilakukan menjelang masa kampanye, tetapi perlu dimulai dengan membangun komunikasi bersama masyarakat, memperkuat kaderisasi, serta menghidupkan kembali aktivitas partai di berbagai wilayah.

Bagi kepengurusan baru, target itu membutuhkan kerja nyata dan konsistensi seluruh kader.

Pengurus PAC di 22 Kecamatan Sudah Terbentuk

Selain kepengurusan di tingkat kabupaten, Zaenal menyampaikan bahwa susunan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP di 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali juga telah terbentuk. Seluruh kecamatan di Boyolali kini memiliki kepengurusan PAC.

Keberadaan PAC di semua kecamatan menjadi modal organisasi untuk memperluas jangkauan partai sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus kabupaten dan jajaran di tingkat kecamatan. Pengurus PAC diharapkan menjadi penghubung antara aspirasi warga dan perjuangan politik partai.

Konsolidasi hingga tingkat kecamatan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan langkah politik menuju Pemilu 2029. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, setiap tingkatan kepengurusan diharapkan memiliki arah gerak yang sama dalam membesarkan partai.

Semangat Kebersamaan Jadi Modal Kebangkitan

Menurut Zaenal, kebangkitan PPP Boyolali tidak bisa hanya mengandalkan figur ketua atau jajaran pengurus di tingkat kabupaten. Diperlukan semangat kebersamaan, kerja kolektif, serta keterlibatan seluruh kader hingga tingkat kecamatan dan desa agar partai kembali memiliki peran nyata di tengah masyarakat.

Ke depan, tantangannya bukan hanya memastikan struktur terbentuk, tetapi mendorong seluruh pengurus aktif di tengah masyarakat, sehingga keberadaan partai dirasakan sehari-hari, bukan hanya saat tahapan pemilu.

Dengan kepengurusan DPC yang baru dan PAC yang terbentuk di 22 kecamatan, PPP Boyolali menatap Pemilu 2029 dengan target yang sudah ditetapkan. Periode 2026–2031 menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kebangkitan partai dapat dimulai dari konsolidasi yang kuat dan kerja nyata di tengah masyarakat Boyolali.

Sumber: Berlianmedia.com, 28 Oktober 2026.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *