Museum R. Hamong Wardoyo, ‘Louvre’-nya Boyolali yang Simpan Arca Abad ke-9

Wisata41 Views

BOYOLALI – Di tengah hiruk-pikuk kota Boyolali, berdiri sebuah bangunan unik beratap kaca berbentuk piramida yang sekilas mengingatkan pada Museum Louvre di Paris, Prancis. Itulah Museum R. Hamong Wardoyo, museum daerah milik Pemerintah Kabupaten Boyolali yang menyimpan ratusan koleksi benda bersejarah dan menjadi ikon wisata edukasi di Kota Susu.

Museum yang beralamat di Jalan Pandanaran Nomor 19, Tegalmulyo, Siswodipuran, Kecamatan Boyolali ini dinamai dari R. Hamong Wardoyo, Bupati Boyolali kesepuluh yang memerintah pada 1947. Museum ini dibangun pada 2015 di atas lahan bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan kini dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali.

Dari luar, bentuk museum ini memang mencuri perhatian. Atapnya mengerucut berupa panel kaca tembus pandang sehingga bangunannya menyerupai piramida. Seluruh tembok dicat putih dan terdiri atas dua lantai, dengan ruang utama berbentuk segi enam di tiap lantainya. Lantai satu dan dua dihubungkan tangga berbentuk spiral, dan di sepanjang lorongnya terpajang foto-foto perjalanan sejarah Kabupaten Boyolali dari masa lalu hingga masa kini.

Baca juga:

Memasuki lantai dasar, pengunjung disuguhi koleksi arca peninggalan masa Hindu-Buddha yang merupakan benda purbakala abad ke-9 yang ditemukan di wilayah Boyolali. Koleksi unggulannya adalah diorama perjalanan Ki Ageng Pandan Arang. Selain itu terdapat kereta kencana yang pernah digunakan raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, meriam, keris dan pusaka peninggalan Pakubuwono X, replika Lembu Sora dan patung Arjuna Wijaya, serta foto-foto para mantan Bupati Boyolali. Di lantai dua, pengunjung bisa menikmati foto-foto juara fotografi tentang Boyolali sekaligus pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu dari jendela museum.

Kabar baiknya, berkunjung ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung cukup mengisi buku tamu yang disediakan. Museum buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, khusus hari Jumat buka hingga pukul 12.00 WIB, dan tutup setiap Senin. Tak heran sebagian besar pengunjungnya adalah siswa TK dan SD yang menjadikannya sebagai bahan pembelajaran mengenal sejarah daerahnya.

Disdikbud Boyolali menargetkan kunjungan museum ini mencapai 5.000 orang dan sempat menggelar rembug kreatif untuk mendongkrak kunjungan. Bagi warga Boyolali maupun wisatawan dari luar daerah, Museum R. Hamong Wardoyo bisa menjadi alternatif wisata edukasi yang murah meriah: belajar sejarah, berfoto dengan latar piramida kaca, sekaligus mengenal lebih dekat Kota Susu.

Sumber: Wikipedia (Museum R. Hamong Wardoyo); Solopos/Espos.id; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (jatengprov.go.id); solotrust.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *