Terduga Pelaku Penembakan Tukang Tambal Ban Boyolali Ditangkap di Perbatasan Purworejo–Kulon Progo

Kriminal73 Views

BOYOLALI – Buronan kasus penembakan tukang tambal ban akhirnya diringkus. Terduga pelaku penembakan terhadap Panji Suherman (23) di Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, ditangkap di wilayah perbatasan Purworejo dan Kulon Progo.

Penangkapan tersebut menjadi babak baru kasus penembakan yang sempat menggegerkan warga Boyolali pada Sabtu (10/10/2026). Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik aksi penembakan.

Sebelumnya, Tim Jatanras Satreskrim Polres Boyolali terus memburu pelaku yang sempat kabur. Polisi menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Pandanaran, Kampung Ngrancah Wetan, RT 3/RW 11, tak jauh dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, untuk mengidentifikasi pelaku. Keterangan sejumlah saksi pun digali.

Baca juga:

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika korban sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam di belakang rak penyimpanan ban di bengkelnya. Seorang pria yang mengenakan helm dan masker, mengendarai sepeda motor matik warna putih, masuk secara diam-diam ke dalam kios. Tanpa banyak bicara, pelaku menodongkan senjata yang diduga berjenis airsoft gun dan melepaskan lima tembakan ke arah korban.

Lima proyektil mengenai sejumlah bagian tubuh korban, yakni pipi sebelah kiri, hidung, tangan, dada, dan bagian belakang kepala. Korban sempat lari ke warung soto milik Dwi Sekar Sari yang berada di samping lokasi kejadian dalam kondisi bercucuran darah, terutama dari hidung, sebelum tak sadarkan diri.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra sebelumnya menyatakan polisi mengamankan tiga butir peluru gotri di TKP yang lazim digunakan pada senjata airsoft gun. “Diduga dilakukan penembakan dengan senjata jenis airsoft gun. Pelaku menembak sebanyak lima kali,” kata Indra.

Korban yang dilarikan ke RSU Hidayah Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru gotri yang bersarang sedalam 2–3 cm di pipi kirinya. Luka bekas operasi tersebut mendapat 10 jahitan. Kondisinya dilaporkan stabil.

Hingga kini polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap motif penyerangan. Berdasarkan pemeriksaan awal, penyidik belum menemukan indikasi pencurian atau perampokan dalam peristiwa tersebut, dan tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus ini agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110.

Sumber: Solopos/Espos, Peristiwa Solo, TribunSolo, Mili.id, iNews.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *