Belajar Manasik di Qolbu Boyolali, Wisata Religi Berisi Replika Kabah

Wisata17 Views

Bagi calon jemaah haji dan umrah, membayangkan urutan ibadah di Tanah Suci sering kali tidak mudah bila hanya lewat penjelasan lisan. Di dekat pusat Kota Boyolali, ada tempat yang bisa dipakai untuk mempraktikkannya secara langsung.

Tempat itu adalah Wisata Edukasi Religi Boyolali (WERB) yang juga dikenal dengan nama Qolbu, di Singkil, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali. TribunSolo.com dalam ulasannya pada Selasa (8/9/2026) menyebut destinasi ini menghadirkan replika sejumlah tempat yang berkaitan dengan ibadah haji dan umrah, dan terbuka bagi perorangan maupun rombongan.

Intinya

  • Qolbu berdiri di lahan sekitar 3 hektare bekas pasar sapi di Singkil, Karanggeneng, dekat pusat Kota Boyolali.
  • Ada replika Kabah, Bukit Shafa dan Marwah, Padang Arafah, Jabal Rahmah, serta miniatur Masjid Nabawi.
  • Tiket Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk pelajar; buka pukul 08.00–16.00 WIB, per TribunSolo.com (8/9/2026).
  • Dibuka untuk umum sejak 1 Januari 2024 setelah uji coba sejak November 2023.

Apa yang bisa dipelajari di Qolbu?

Menurut TribunSolo.com, destinasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami tata cara ibadah haji dan umrah, antara lain pemakaian ihram, tawaf, dan sa’i. Rombongan jemaah dapat mempraktikkan rangkaian manasik dengan pendampingan sesuai kebutuhan.

Replika Kabah menjadi ikon utama. Pengunjung juga dapat menemukan replika Bukit Shafa dan Marwah, Padang Arafah, dan Jabal Rahmah. detikJateng pada awal pembukaannya mencatat ada pula miniatur Masjid Nabawi serta tempat minum air zamzam di kompleks ini.

Selain calon jemaah, tempat ini juga dimanfaatkan pelajar dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh rangkaian ibadah haji dan umrah. Sebelum dibuka untuk umum, kompleks ini lebih banyak dipakai pelajar Boyolali sebagai sarana belajar, tulis TribunSolo.com.

Sejak kapan dibuka dan seberapa ramai?

Sekretaris Daerah Boyolali saat itu, Wiwis Trisiwi Handayani, kepada detikJateng pada 4 Januari 2024 mengatakan WERB dibuka untuk umum per 1 Januari 2024 setelah uji coba sejak November 2023. Retribusi tiket, katanya, diatur melalui peraturan daerah.

Antara pada Februari 2024 melaporkan, dalam bulan pertama setelah dibuka, pengunjung mencapai 46.408 orang, terdiri atas 36.508 wisatawan umum dan 9.900 pelajar. Kepala Disporapar Boyolali kala itu, Budi Prasetyaningsih, menyebut pengunjung datang dari Solo, DIY, hingga Bekasi.

Menurut Budi, banyak calon jemaah haji dan umrah dari Solo dan sekitarnya datang untuk manasik, sementara pengunjung pelajar paling banyak berasal dari Solo dan DIY. Saat itu Pemkab juga menganggarkan Rp4 miliar pada 2024 untuk menambah fasilitas dan lanskap bernuansa Timur Tengah, seperti dilaporkan Antara.

Antara juga mencatat pengunjung mendapat tanda masuk berbentuk paspor dengan warna berbeda sesuai jenis tiket: cokelat untuk pelajar, hijau untuk umum, dan merah untuk yang masuk gratis.

Apa selanjutnya?

Menurut TribunSolo.com, WERB buka pukul 08.00–16.00 WIB dan kadang tutup pada Senin untuk pemeliharaan. Tiket masuk Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk pelajar dengan menunjukkan kartu identitas pelajar. TribunSolo.com mencatat tarif ini berdasarkan informasi saat destinasi dibuka, sehingga pengunjung disarankan mengecek ulang sebelum datang.

Pemesanan bisa dilakukan secara daring melalui kanal resmi Pemkab Boyolali atau langsung di loket. Rombongan disarankan reservasi lebih dulu. Dari arah Semarang, pengunjung bisa lewat jalur lingkar utara atau Jalan Prof Soeharso, lalu belok kiri di simpang lampu lalu lintas RS PKU Aisyiyah Singkil. Fasilitasnya meliputi parkir, toilet, dan ruang pertemuan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *