7 Cara Merawat Mesin Cuci agar Awet dan Tidak Cepat Rusak di Boyolali

Ekonomi51 Views

BOYOLALI — Mesin cuci sudah menjadi andalan hampir setiap rumah tangga di Boyolali. Setiap hari, alat ini membantu mencuci pakaian keluarga tanpa harus mengucek manual. Namun, banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan kecil saat memakai mesin cuci justru bisa memperpendek usianya.

Padahal, dengan perawatan yang tepat, mesin cuci bisa bertahan bertahun-tahun dan tetap bekerja maksimal. Kerusakan yang sering terjadi sebenarnya bukan karena usia mesin semata, melainkan karena cara pakai yang keliru dan jarang dibersihkan.

Berikut tujuh cara sederhana merawat mesin cuci agar awet dan tidak cepat rusak, yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Baca juga:

1. Jangan Memasukkan Pakaian Melebihi Kapasitas

Setiap mesin cuci punya batas kapasitas, misalnya 7 atau 8 kilogram. Memaksakan cucian melebihi batas membuat motor bekerja terlalu berat, drum tidak berputar sempurna, dan pakaian pun tidak bersih maksimal. Isi drum sekitar 70–80 persen saja agar air dan detergen bisa bersirkulasi dengan baik.

2. Gunakan Takaran Detergen yang Tepat

Detergen yang terlalu banyak tidak membuat pakaian lebih bersih. Sebaliknya, busa berlebih bisa menumpuk di selang dan drum, menimbulkan bau apek, bahkan merusak komponen mesin. Ikuti takaran pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah cucian serta tingkat kekotorannya.

3. Bersihkan Filter dan Laci Detergen Secara Rutin

Filter pompa yang tersumbat serat kain dan koin bisa membuat air pembuangan tersendat. Laci detergen yang berkerak juga menjadi sarang jamur. Bersihkan filter setidaknya sebulan sekali, dan lap laci detergen setiap beberapa minggu.

4. Jalankan Siklus Pembersihan Drum

Banyak mesin cuci modern memiliki mode pembersihan drum atau tub clean. Bila tidak ada, jalankan mesin kosong dengan air panas dan sedikit cuka atau pembersih khusus sebulan sekali. Cara ini menghilangkan sisa detergen, bau, dan jamur di dalam drum.

5. Biarkan Pintu Terbuka Setelah Mencuci

Setelah selesai mencuci, jangan langsung menutup pintu mesin. Kelembapan yang terperangkap di dalam drum dan karet pintu menjadi tempat ideal bagi jamur dan bau tidak sedap. Biarkan pintu terbuka beberapa saat hingga bagian dalam mengering.

6. Periksa Kantong Pakaian Sebelum Mencuci

Koin, peniti, tisu, hingga kunci yang tertinggal di kantong bisa menyumbat filter, merobek pakaian, bahkan merusak drum. Biasakan memeriksa semua kantong sebelum pakaian masuk ke mesin. Gunakan pula jaring cucian untuk pakaian berbahan halus dan pakaian dalam.

7. Letakkan Mesin di Tempat yang Rata dan Kering

Mesin cuci yang tidak rata akan bergetar hebat saat mengeringkan pakaian, sehingga kaki dan peredamnya cepat aus. Pastikan keempat kaki menapak sempurna dan lantai tidak miring. Hindari pula meletakkan mesin di tempat yang sering tergenang air agar komponen listriknya aman.

Merawat mesin cuci tidak membutuhkan biaya besar, hanya konsistensi. Dengan tujuh kebiasaan di atas, mesin cuci bisa bekerja lebih lama, pakaian lebih bersih, dan biaya servis pun berkurang. Bila muncul gejala seperti bunyi keras atau air tidak terbuang, segera hubungi teknisi sebelum kerusakannya membesar.

Sumber: panduan perawatan produsen mesin cuci dan teknisi elektronik rumah tangga, Minggu (25/10/2026).

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *