Gorden menjadi salah satu elemen rumah yang paling mudah luput dari perhatian. Padahal, kain penutup jendela ini setiap hari terpapar debu, sinar matahari, dan kelembapan udara. Tak heran bila gorden yang awalnya tampak cerah perlahan berubah kusam, warnanya memudar, dan baunya tidak lagi segar.
Di Boyolali, kondisi udara yang berdebu saat musim kemarau dan lembap saat musim hujan membuat gorden lebih cepat kotor. Debu jalanan, asap dapur, hingga cipratan air hujan dari jendela yang terbuka bisa menempel di serat kain dan sulit hilang bila dibiarkan terlalu lama.
Kabar baiknya, gorden kusam bukan berarti harus segera diganti dengan yang baru. Dengan perawatan yang tepat, gorden lama bisa kembali bersih, warnanya lebih cerah, dan tampilannya kembali rapi seperti semula.
Baca juga:
- Handuk Cepat Bau? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Lembut di Boyolali
- Lemari Bau Apek? Ini 7 Cara Menghilangkannya untuk Warga Boyolali
- Dinding Berjamur Saat Musim Hujan? Ini Penyebab dan 7 Cara Mengatasinya di Boyolali
Kenapa Gorden Cepat Kusam?
Penyebab utama gorden kusam adalah debu yang menumpuk di serat kain. Debu halus dari jalan dan pekarangan masuk lewat jendela dan menempel sedikit demi sedikit. Bila gorden jarang dibersihkan, lapisan debu ini mengendap dan membuat warna kain tampak redup.
Paparan sinar matahari langsung juga berperan besar. Sinar ultraviolet perlahan memudarkan warna kain, terutama gorden berwarna cerah atau gelap yang menghadap jendela arah timur dan barat. Sementara itu, kelembapan udara di musim hujan bisa memicu bau apek dan bercak jamur pada gorden yang jarang dicuci.
Kebiasaan lain yang mempercepat kusam adalah mencuci gorden dengan cara yang salah, misalnya menggunakan air terlalu panas, deterjen berlebihan, atau memeras terlalu kuat sehingga serat kain rusak dan warnanya cepat pudar.
7 Cara Merawat Gorden agar Tetap Rapi
1. Kibas dan vakum secara rutin. Seminggu sekali, kibaskan gorden di luar rumah atau bersihkan dengan vacuum cleaner berdaya rendah. Langkah sederhana ini mencegah debu mengendap terlalu dalam ke serat kain.
2. Cuci sesuai jenis bahan. Gorden katun bisa dicuci dengan mesin pada mode lembut, sedangkan gorden berbahan tipis seperti voile dan gorden berlapis sebaiknya dicuci tangan atau dibawa ke laundry. Selalu baca label perawatan sebelum mencuci.
3. Gunakan air dingin atau hangat suam-suam kuku. Air panas membuat warna cepat pudar dan kain menyusut. Deterjen cair yang lembut lebih aman dibanding deterjen bubuk yang bisa meninggalkan residu putih.
4. Jemur di tempat teduh berangin. Hindari menjemur gorden di bawah sinar matahari langsung. Angin dan udara terbuka cukup untuk mengeringkan kain sekaligus menghilangkan bau apek.
5. Setrika dengan suhu rendah. Setelah kering, setrika gorden dengan suhu sesuai bahannya. Gorden yang rapi dan tidak kusut membuat ruangan terlihat lebih bersih dan terawat.
6. Lindungi dari sinar matahari langsung. Bila jendela menghadap matahari terik, tambahkan lapisan voile atau tirai tipis sebagai pelindung. Cara ini memperlambat pemudaran warna gorden utama.
7. Cuci berkala, jangan menunggu kotor parah. Idealnya gorden dicuci setiap tiga hingga enam bulan sekali, tergantung kondisi lingkungan rumah. Gorden di rumah dekat jalan raya perlu dicuci lebih sering dibanding rumah di lingkungan yang teduh.
Gorden Terawat, Rumah Terasa Lebih Nyaman
Gorden yang bersih dan rapi memberi pengaruh besar pada suasana rumah. Ruangan terasa lebih segar, cahaya yang masuk lebih lembut, dan rumah tampak terawat meski tanpa renovasi besar. Perawatan rutin juga membuat gorden lebih awet sehingga tidak perlu sering membeli yang baru.
Bagi warga Boyolali yang sedang menata rumah menjelang musim hujan, membersihkan gorden bisa menjadi langkah awal yang mudah dan murah. Mulailah dari satu ruangan, lalu lanjutkan ke ruangan lain secara bertahap agar pekerjaan tidak terasa berat.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












