Kebun Raya Indrokilo, Piknik Hemat di Boyolali Sambil Kenal Tanaman

Wisata27 Views

Tidak semua keluarga ingin menempuh tanjakan panjang ke Selo atau Cepogo hanya untuk mencari udara segar. Bagi warga Kota Boyolali dan sekitarnya, ada ruang hijau yang cukup dekat untuk piknik sambil mengenalkan anak pada ragam tumbuhan.

Ruang hijau itu adalah Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. TribunSolo.com memasukkannya dalam daftar lima rekomendasi wisata keluarga di Boyolali pada Selasa (22/9/2026), sebagai alternatif bagi keluarga yang ingin menikmati suasana hijau tanpa melewati jalur pegunungan dengan tanjakan ekstrem.

Intinya

  • Kebun Raya Indrokilo berada di Kemiri, Mojosongo, sekitar lima menit dari pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali.
  • Luasnya 8,9 hektare dengan 1.668 spesimen tanaman dari 446 spesies, per pendataan 27 Oktober 2025.
  • Buka Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB dengan tiket Rp5.500 per orang, menurut Espos (17/11/2025).
  • KRIB meraih penghargaan kebun raya terbaik I dari BRIN pada November 2025.

Apa saja yang bisa dinikmati pengunjung?

Menurut TribunSolo.com, kawasan ini menawarkan ruang terbuka hijau dengan pepohonan rindang yang cocok untuk bersantai maupun piknik keluarga. Di dalamnya ada replika Gerbang Pasingsingan, taman labirin, jembatan pandang, serta area pembibitan tanaman. Anak-anak bisa bermain sekaligus mengenal berbagai jenis tanaman.

Koleksinya dibagi ke dalam sembilan taman bertema tokoh pewayangan. Espos mencatat, antara lain, Taman Arjuna untuk tanaman buah lokal, Madrim untuk bambu, Nakula untuk tanaman obat, Abiyasa untuk tanaman paku, dan Kunti untuk tanaman merambat. Setiap tanaman konservasi diberi kode yang bisa dipindai untuk melihat nama, asal, dan pemanfaatannya.

Kendaraan bermotor pengunjung tidak boleh masuk, tetapi sepeda kayuh pribadi diperbolehkan. Pengelola juga menyewakan sepeda dan mobil listrik untuk berkeliling. Menurut Espos, tarifnya Rp5.000 per jam untuk sepeda satu stang, Rp25.000 per jam untuk sepeda dua stang, Rp50.000 per jam untuk sepeda listrik, dan Rp50.000 per orang per jam untuk mobil listrik.

Apa istimewanya kebun raya ini?

Tribunnews.com menulis, KRIB dibangun lewat kerja sama LIPI dan Pemkab Boyolali yang dimulai sejak 2013, di atas lahan yang sebelumnya tegalan kas desa. Kebun raya ini mengusung tema tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian timur. Pada Januari 2026, kawasan ini menjadi lokasi puncak peringatan Hari Desa Nasional.

Kepala UPT KRIB, Lilik Tri Wahyuni, kepada Espos menyebut keberadaan kebun raya ikut memperbaiki ekosistem. Survei awal 2019 menjumpai setidaknya 21 jenis burung, lalu bertambah menjadi 30 jenis pada 2023. KRIB juga meraih penghargaan kebun raya terbaik I dari BRIN yang diserahkan pada 13 November 2025.

Hingga 16 November 2025, kunjungan tercatat 92.084 orang. Lilik mengakui kunjungan untuk pendidikan dan penelitian meningkat, sementara kunjungan wisata umum tahun itu sedikit menurun.

Warga Cepogo, Luqman Hakim, kepada Espos menilai tempatnya luas, teduh, dan punya sejumlah spot yang cocok untuk diunggah ke media sosial. Ia mengusulkan penambahan hewan yang bisa dilihat pengunjung serta kerja sama kunjungan dengan sekolah agar kebun raya makin ramai.

Apa selanjutnya?

Menurut Espos, KRIB buka Selasa hingga Minggu pukul 08.00–16.00 WIB dan tutup pada Senin untuk perawatan. Tiket masuk Rp5.500 per orang. Informasi tarif ini bersumber dari Espos per November 2025, sehingga sebaiknya dicek ulang sebelum berkunjung.

KRIB berada di Jalan Raya Boyolali–Semarang, Kemiri, Mojosongo. TribunSolo.com menyebut jaraknya sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Solo. Fasilitas untuk camping, outbound, dan gedung pertemuan juga tersedia bagi rombongan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *