Tim Penggerak PKK Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi lewat program “PKK Sigab Boyolali”. Pelatihan digelar di Balai Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/10/2026), untuk membekali kader pengetahuan mitigasi agar mampu membantu warga selama musim hujan.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin hadir dalam kegiatan tersebut. Para kader dilatih menjadi garda terdepan edukasi mitigasi di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis menyiapkan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem.
Kecamatan Selo dipilih karena termasuk kawasan rawan bencana. Wilayah di lereng Gunung Merbabu itu mengalami 13 kejadian tanah longsor dan satu kali banjir pada awal 2026. TP PKK Jateng bekerja sama dengan BPBD Jawa Tengah menyusun modul khusus PKK Sigab sebagai pedoman kader mitigasi dan relawan lingkungan.
Baca juga:
- Cara Urus KTP Rusak atau Hilang Secara Online 2026, Tak Perlu Bolak-balik Disdukcapil
- Jadwal Samsat Keliling Boyolali 2026: Lokasi, Jam, dan Syaratnya
- Cek Kolesterol di Puskesmas Boyolali: Biaya dan Prosedurnya
PKK Sigab Boyolali sejalan arahan gubernur
Program PKK Sigab sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin tentang mitigasi bencana hidrometeorologi. Ketiganya meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap terjadi saat musim hujan tiba.
BMKG memperkirakan Jawa Tengah mulai memasuki musim penghujan pada November 2026. Artinya, warga Selo yang tinggal di lereng Merbabu perlu bersiap lebih dini menghadapi cuaca ekstrem.
“Harapannya pada hari ini kita bisa mengedukasi masyarakat untuk bisa tanggap, memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana yang akhirnya ini bisa menjadi satu kesiapan (menghadapi musim hujan),” kata Nawal.
Kader dilatih tularkan ilmu ke warga
Nawal berharap ilmu yang diperoleh kader tidak berhenti di ruang pelatihan. “Kader-kader yang dilatih bisa menularkan ilmunya, bukan hanya pada kader PKK, tapi di semua elemen masyarakat. Sehingga, masyarakat yang teredukasi dengan baik bisa lebih tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Bagi warga Desa Jrakah dan sekitarnya, pelatihan ini membawa manfaat langsung. Mereka kini memiliki tetangga yang paham tanda-tanda awal longsor dan langkah evakuasi saat hujan deras mengguyur lereng Merbabu. Kader yang terlatih juga bisa menjadi penghubung antara warga dan BPBD saat kondisi darurat.
Selain pelatihan, TP PKK Jateng juga menunjukkan kepedulian lewat aksi nyata. Awal Oktober lalu, mereka bersama Baznas dan BPBD Jawa Tengah menyalurkan 10 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Triguno, Kabupaten Pati. Dalam kunjungan ke Selo, Nawal juga memantau Posyandu di Desa Jrakah yang sudah menerapkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sumber: suaraindependentnews.id (peristiwa: Kamis, 15 Oktober 2026).
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












