Sapu Cepat Rusak? Ini 7 Cara Merawatnya agar Awet di Boyolali

Ekonomi64 Views

BOYOLALI — Sapu adalah alat kebersihan yang hampir setiap hari dipakai di rumah, tetapi sering cepat rusak sebelum waktunya. Ijuknya rontok, gagangnya goyang, atau ujungnya menipis sebelah. Padahal, dengan perawatan yang tepat, sapu bisa awet lebih lama dan tetap nyaman dipakai.

Kerusakan sapu umumnya bukan karena dipakai setiap hari, melainkan karena cara menyimpan dan memakainya yang kurang tepat. Sapu yang dibiarkan tergeletak di lantai basah, dijemur terlalu lama di bawah terik matahari, atau dipakai untuk pekerjaan berat akan lebih cepat aus.

Di Boyolali, sapu lidi masih banyak dipakai untuk halaman dan teras, sementara sapu ijuk atau sapu plastik dipakai untuk lantai dalam rumah. Setiap jenis sapu punya perawatan yang sedikit berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama: simpan di tempat kering, gantung dengan ujung sapu di bawah, dan jangan dipakai di luar fungsinya.

Baca juga:

1. Gantung Sapu, Jangan Dibiarkan Berdiri Terbalik

Simpan sapu dengan cara digantung pada paku atau cantolan, dengan ujung sapu menghadap ke bawah. Cara ini menjaga bentuk ijuk tetap lurus dan tidak bengkok, sedangkan sapu yang berdiri dengan ujung menahan beban justru cepat gepeng.

2. Simpan di Tempat Kering dan Berventilasi

Kelembapan adalah musuh utama sapu lidi dan sapu ijuk. Sapu yang disimpan di tempat lembap mudah berjamur, berbau apek, dan ijuknya rapuh. Jauhkan dari genangan air di teras atau dapur.

3. Bersihkan Debu yang Menempel Setelah Dipakai

Setelah menyapu, ketuk-ketukkan sapu perlahan di luar rumah atau di atas tempat sampah untuk merontokkan debu yang tersangkut. Debu yang dibiarkan menumpuk membuat sapu berat, kotor, dan lebih cepat rusak.

4. Jangan Memakai Sapu untuk Pekerjaan Berat

Sapu rumah tangga tidak dirancang untuk menyapu kerikil kasar, lumpur tebal, atau sisa material bangunan. Untuk pekerjaan berat, pakai sapu khusus yang lebih kuat agar ijuk tidak rontok dan gagang tidak patah.

5. Keringkan Bila Basah, Jangan Dijemur Berlebihan

Bila sapu basah, angin-anginkan sampai kering sebelum disimpan. Namun, jangan menjemur terlalu lama di bawah terik matahari langsung, karena ijuk bisa menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.

6. Periksa dan Kencangkan Ikatan Secara Berkala

Ikatan pada sapu lidi dan sapu ijuk lama-kelamaan bisa longgar. Bila ikatan mulai kendur, kencangkan kembali dengan tali atau kawat sebelum ijuknya rontok satu per satu.

7. Ganti Bila Sudah Tidak Efektif

Sapu yang ujungnya sudah sangat tipis atau gagangnya retak sebaiknya diganti. Sapu yang dipaksakan justru membuat pekerjaan lebih lama dan debu tidak terangkat sempurna. Mengganti sapu pada waktunya adalah bagian dari perawatan rumah yang baik.

Dengan tujuh cara sederhana di atas, sapu di rumah bisa bertahan lebih lama dan tetap efektif. Perawatan yang konsisten, meski sederhana, selalu lebih hemat daripada sering membeli sapu baru.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *