Status Siaga Kekeringan Boyolali Diperpanjang hingga 20 Desember 2026

Wisata47 Views

BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten Boyolali memperpanjang status siaga darurat kekeringan selama 50 hari, mulai 1 November hingga 20 Desember 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan sejumlah sumber mata air di wilayah terdampak kekeringan belum kembali terisi, meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, menegaskan hujan yang mulai turun belum menjadi tanda krisis air bersih telah berakhir. Menurutnya, kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan darurat.

“Prinsipnya status siaga darurat diperpanjang. Walaupun cuaca di beberapa tempat sudah mulai mendung dan turun hujan, namun sumber-sumber mata air di wilayah yang mengalami kekeringan belum terisi,” kata Ari, Rabu (28/10/2026).

Baca juga:

Evaluasi perpanjangan status siaga tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Boyolali dan dihadiri Kapolres, Dandim, perwakilan Kejaksaan, DPRD, serta pemangku kepentingan terkait. Rapat evaluasi itu menjadi dasar keputusan untuk melanjutkan status darurat hingga menjelang akhir tahun.

Dengan diperpanjangnya status siaga, penyaluran atau dropping air bersih ke wilayah yang membutuhkan akan terus dilakukan. “Oleh karena itu, dropping air bersih akan tetap kami lakukan sampai kondisi di lapangan benar-benar pulih,” ujar Ari.

Saat ini penanganan krisis air masih difokuskan pada 13 kecamatan yang mencakup ratusan dukuh. Pemkab Boyolali menargetkan bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 12 juta liter hingga Desember 2026. Meski demikian, wilayah sasaran dropping tidak bersifat tetap dan dapat bertambah maupun berkurang menyesuaikan intensitas curah hujan di masing-masing daerah.

Selain persoalan kekeringan, BPBD Boyolali juga meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki masa transisi musim, termasuk kebakaran hutan dan lahan, banjir, dan longsor, dengan memantau perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG.

Hujan ringan sendiri sempat mengguyur beberapa wilayah Boyolali pada Selasa (27/10/2026) setelah kemarau panjang, namun belum cukup untuk memulihkan sumber-sumber mata air di wilayah terdampak. Warga diimbau tetap menghemat air bersih dan mewaspadai perubahan cuaca selama masa transisi musim ini.

Ilustrasi: kondisi lahan kering di musim kemarau.

Sumber: Tribun Solo, Rabu 28 Oktober 2026.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *