BOYOLALI — Dalam sepekan terakhir, warga Boyolali dua kali dikejutkan kemunculan ular piton di permukiman. Seekor piton sepanjang sekitar 4 meter ditemukan melilit di tembok rumah warga Siswodipuran pada Selasa (20/10/2026) malam, sementara petugas Damkar Boyolali mengevakuasi piton sepanjang 3 meter dari area pondok pesantren di Ampel.
Kemunculan ular di permukiman umumnya meningkat pada musim kemarau dan pancaroba. Ular keluar dari sarangnya mencari tempat yang lebih sejuk dan lembap, sekaligus mengikuti mangsanya seperti tikus yang kerap bersarang di gudang, tumpukan kayu, atau pekarangan yang rimbun dan jarang dibersihkan.
Meski piton tidak berbisa, lilitannya tetap berbahaya bagi manusia. Warga yang menemukan ular di rumah atau lingkungannya diimbau tidak menanganinya sendiri, terutama bila tidak terlatih — salah penanganan justru bisa berujung gigitan atau lilitan.
Baca juga:
- Kaget, Warga Boyolali Temukan Ular Piton 4 Meter di Tembok Rumah
- Kebakaran Mudal Boyolali: Rugi Rp50 Juta, Diduga Korsleting
Cara Aman Bila Menemukan Ular di Rumah
Berikut langkah yang disarankan bila menemukan ular masuk rumah:
- Tetap tenang dan jaga jarak. Beri jarak aman minimal 2–3 meter dan hindari gerakan tiba-tiba yang bisa membuat ular merasa terancam.
- Awasi dari jauh. Pantau posisi ular dari kejauhan agar keberadaannya terpantau saat petugas datang.
- Jauhkan anak dan hewan peliharaan dari lokasi penemuan.
- Tutup akses ruangan tempat ular berada agar tidak berpindah ke ruangan lain.
- Hubungi petugas. Telepon Damkar Boyolali melalui call center 113 atau hubungi Polsek terdekat. Petugas Damkar Boyolali terlatih melakukan evakuasi satwa liar, seperti pada penanganan piton di Siswodipuran dan Ampel.
- Jangan memukul atau mencoba menangkap sendiri tanpa peralatan dan keahlian khusus.
Cegah Ular Masuk Rumah
Pencegahan jauh lebih mudah daripada evakuasi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan warga:
- Pangkas semak dan rumput liar di pekarangan secara rutin.
- Rapikan tumpukan kayu, kardus, dan barang bekas yang bisa menjadi tempat persembunyian.
- Tutup lubang, celah dinding, dan saluran air dengan kawat kasa.
- Kelola sampah dan sisa makanan dengan baik agar tidak mengundang tikus — mangsa utama ular.
- Pasang penerangan di sudut-sudut gelap halaman rumah.
Bila terjadi gigitan, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun, jangan mengisap luka atau mengikat anggota tubuh terlalu kencang, lalu segera bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Catat ciri-ciri ular bila memungkinkan untuk membantu tenaga medis.
Sumber: Boyolali.net; Headlinnews.id (Editor: Polres Boyolali). Tanggal peristiwa: 20–23 Oktober 2026.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps








