BOYOLALI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono, Boyolali, berlangsung dengan cara berbeda pada Rabu (28/10/2026). Sebanyak 583 siswa kelas I hingga kelas VI menuliskan ikrar perubahan, lalu menempelkannya di pohon komitmen di halaman sekolah.
Ketua panitia, Siti Munawaroh, mengatakan kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa di halaman sekolah. Melalui kegiatan itu, sekolah ingin menumbuhkan karakter positif sekaligus memperkuat kecintaan siswa terhadap Tanah Air.
Menurut Siti, menulis ikrar di pohon komitmen menjadi kegiatan reflektif agar siswa tidak sekadar menghafal semangat Sumpah Pemuda, tetapi juga menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. “Setiap siswa menulis ikrar untuk kebaikan seperti aku harus jujur, aku sopan tidak membuli teman, dan sebagainya. Ikrar tersebut dibaca lalu ditempelkan di pohon komitmen,” kata dia. Selain menulis ikrar, sekolah juga menggelar lomba menyanyi lagu nasional untuk menanamkan nasionalisme dan mengajak siswa memahami bahwa persatuan tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
- Forum TBM Boyolali Gelar Kemah Literasi di Kebun Raya Indrokilo
- Kapolsek Klego Ingatkan Pelajar Jauhi Bullying dan Kenakalan Remaja
- KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat Daftar untuk Pelajar Boyolali
Ikrar Sederhana untuk Membentuk Karakter
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan pohon komitmen menjadi simbol komitmen yang tumbuh di hati generasi muda. Dia berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan itu tercermin dalam perbuatan siswa sehari-hari.
Menurut Pujiono, janji yang ditulis siswa tidak seharusnya berhenti sebagai hiasan di pohon komitmen. “Janji yang menempel di pohon tidak akan mengubah Indonesia. Janji yang hidup dalam perilaku lah yang akan mengubah masa depan bangsa,” kata dia.
Dia menjelaskan, para pemuda pada 1928 telah memberikan teladan bahwa persatuan mampu menjadi kekuatan besar. Kini, generasi muda memiliki tanggung jawab melanjutkan semangat tersebut melalui tindakan sederhana, seperti menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, berani berbuat baik, rajin belajar, dan menjaga adab.
Pujiono berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi atau keramaian sesaat, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya positif di lingkungan sekolah. Menurut dia, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan perlu dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan. “Sebab Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang pandai bercita-cita, tetapi generasi yang berani menepati janji,” ungkapnya.
Pengingat untuk Memperbaiki Kebiasaan
Salah satu siswa, Pratama Arya Wijaya, mengaku senang mengikuti kegiatan menulis ikrar di pohon komitmen. Dia menilai kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
“Saya menuliskan berbagai hal seperti tidak ada menunda tugas, tidak membuang sampah sembarang, tidak bermain handphone terlalu lama, dan menggunakan waktu untuk belajar,” kata dia.
Bagi warga Boyolali, kegiatan di SD Muhammadiyah PK Banyudono ini menjadi contoh bahwa peringatan Sumpah Pemuda bisa dirayakan dengan cara yang dekat dengan keseharian anak: bukan hanya upacara, tetapi juga janji-janji kecil yang ditempel di pohon dan diuji setiap hari di rumah maupun di sekolah.
Sumber: Solopos, Rabu 28 Oktober 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






