BOYOLALI — Koperasi APPOLI Boyolali menerima kunjungan perwakilan PT RIZE Jakarta dalam rangka penjajakan kerja sama penerapan pertanian ramah lingkungan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Sekretariat APPOLI, Dukuh Mencil, Glongong, Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Kerja sama yang dijajaki berfokus pada penerapan teknologi pengairan Alternate Wetting and Drying (AWD) dan pengukuran emisi karbon pada lahan pertanian petani binaan APPOLI. Pertemuan ini menjadi langkah awal sebelum kedua pihak melangkah ke kerja sama yang lebih konkret.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Koperasi APPOLI, Siswadi Endro S., bersama dua staf APPOLI, Hendratno dan Ipul. Sementara itu, PT RIZE diwakili Afif selaku manajer, didampingi Ovi dan Arif. PT RIZE sendiri merupakan perusahaan rintisan di bidang teknologi pertanian yang berkantor pusat di Singapura.
Baca juga:
- Kekeringan Boyolali Belum Usai, Air Bersih Tembus 9,3 Juta Liter
- 5 Ide Usaha Sampingan Modal di Bawah Rp5 Juta untuk Warga Boyolali
- Cara Menabung Rp10 Ribu Sehari, Setahun Jadi Rp3,65 Juta untuk Warga Boyolali
Rencana Demplot AWD di Lahan Petani Binaan
Kerja sama yang direncanakan berfokus pada pengembangan lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) penerapan teknologi AWD dan pengukuran emisi gas rumah kaca pada lahan pertanian petani binaan APPOLI.
Teknologi AWD mengatur kondisi basah dan kering secara bergantian sesuai kebutuhan tanaman, sehingga lahan tidak harus terus-menerus digenangi air. Penerapan AWD diharapkan meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca, khususnya metana, dari budidaya padi — hal yang relevan di tengah kekeringan yang masih melanda Boyolali.
Dorong Pertanian Cerdas Iklim dan Perdagangan Karbon
Selain penerapan teknologi pengairan, penjajakan kerja sama ini juga mencakup penguatan praktik agroekologi melalui pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture). Pendekatan tersebut diarahkan pada pengurangan penggunaan bahan kimia pertanian secara bertahap menuju sistem pertanian organik, dengan petani yang sudah organik diharapkan menjaga konsistensi praktiknya.
Pembahasan penting lainnya adalah potensi perdagangan karbon (carbon trading). Pengukuran emisi dilakukan untuk mengetahui kondisi awal lahan sebelum AWD, lalu dibandingkan dengan kondisi setelahnya. Hasilnya diharapkan menjadi dasar potensi penurunan emisi, yang bila memenuhi syarat penghitungan dan verifikasi, berpeluang dikembangkan dalam skema perdagangan kredit karbon dengan pihak internasional.
Manfaat bagi Petani dan Langkah Berikutnya
Bagi petani anggota APPOLI, penerapan teknologi ini diharapkan memberi manfaat dari berbagai sisi. Dari sisi lingkungan, pengelolaan air yang lebih baik berpotensi menekan emisi gas rumah kaca. Dari sisi produktivitas, pengairan sesuai kebutuhan tanaman diharapkan mendukung hasil pertanian, sementara dari sisi ekonomi, pengaturan air berpotensi mengurangi biaya pengairan petani. Meski demikian, pertemuan APPOLI dan PT RIZE masih berada pada tahap diskusi dan perencanaan.
Kedua pihak juga membahas kondisi lahan pertanian saat ini sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pengembangan kegiatan percontohan. Sebagai tindak lanjut, direncanakan pertemuan berikutnya yang akan melibatkan Koperasi APPOLI, PT RIZE, dan para petani.
Pertemuan lanjutan itu diharapkan memperjelas rencana pelaksanaan demplot, termasuk kesiapan lahan dan keterlibatan petani. Pengurus Koperasi APPOLI berharap penjajakan ini berkembang menjadi kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi petani, sekaligus mendukung pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Kabupaten Boyolali.
Sumber: Aliansi Petani Indonesia (api.or.id), 29 Oktober 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






